Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
Pendidikan

Inovasi Mahasiswa UGM: Stiker Pintar Berbasis Kulit Buah Naga untuk Deteksi Kualitas Daging Ayam

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menciptakan stiker pintar berbahan dasar kulit buah naga yang memungkinkan deteksi kualitas daging ayam secara efektif.

Aruna Sasmita 15 April 2026 16 pembaca zcampus.indozone.id zcampus.indozone.id
Inovasi Mahasiswa UGM: Stiker Pintar Berbasis Kulit Buah Naga untuk Deteksi Kualitas Daging Ayam
zcampus.indozone.id

Sejumlah mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengembangkan sebuah inovasi menarik berupa stiker pintar yang terbuat dari kulit buah naga. Inovasi ini memberikan solusi untuk deteksi kualitas daging ayam, yang menjadi permasalahan penting dalam industri pangan. Proyek ini dipimpin oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Pertanian yang tergabung dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Stiker pintar ini dirancang untuk mengidentifikasi apakah daging ayam yang dijual sudah layak konsumsi atau tidak. Kulit buah naga dipilih karena kandungannya yang kaya akan antosianin, yaitu senyawa alami yang dapat memberikan indikasi perubahan pH pada makanan. Melalui perubahan warna pada stiker saat diaplikasikan pada daging ayam, konsumen dapat dengan mudah mengetahui kualitas produk tersebut.

"Kami ingin memberikan solusi praktis bagi masyarakat dalam memilih daging ayam yang berkualitas. Melalui stiker ini, konsumen bisa lebih percaya diri saat membeli," ungkap salah satu anggota tim, Rizky Aryawan. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko konsumsi daging ayam yang sudah tidak layak dan mendukung kesehatan masyarakat.

Proses pembuatan stiker pintar ini melibatkan beberapa langkah, mulai dari pengolahan kulit buah naga hingga pengujian kualitas. Tim mahasiswa melakukan penelitian untuk memastikan efektivitas stiker dalam mendeteksi kualitas daging. Menurut salah satu dosen pembimbing, Dr. Siti Nurjanah, proyek ini merupakan contoh nyata penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari dan solusi inovatif untuk permasalahan yang ada.

Para mahasiswa ini juga melakukan uji coba di beberapa pasar tradisional untuk mendapatkan umpan balik dari konsumen. Hasil dari uji coba menunjukkan bahwa stiker pintar ini dapat memberikan informasi yang akurat mengenai kualitas daging, sehingga menarik perhatian para pedagang dan konsumen.

Stiker ini juga memiliki potensi untuk diterapkan di berbagai jenis produk pangan lainnya, tidak hanya daging ayam. Hal ini membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas produk-produk pangan di pasar. "Kami berencana untuk mengembangkan stiker ini lebih lanjut agar dapat digunakan untuk produk pangan lainnya," tambah Rizky.

Inovasi ini mendapatkan sambutan positif dari kalangan masyarakat dan akademisi, dengan harapan dapat segera diproduksi secara massal. Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kualitas pangan, proyek ini memiliki potensi untuk berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat Indonesia secara lebih luas. Selanjutnya, tim mahasiswa UGM ini akan fokus pada pengembangan dan pengujian lebih lanjut untuk mempersiapkan peluncuran produk ke masyarakat.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait