Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
News

Ketua Ombudsman RI Ditangkap Kejagung Enam Hari Setelah Dilantik, Komisi II DPR Berikan Respons Mengejutkan

Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto, ditangkap oleh Kejaksaan Agung hanya enam hari setelah dilantik, memicu reaksi mengejutkan dari DPR.

Bima Candrakumara 16 April 2026 13 pembaca liputan6.com liputan6.com
Ketua Ombudsman RI Ditangkap Kejagung Enam Hari Setelah Dilantik, Komisi II DPR Berikan Respons Mengejutkan
liputan6.com

Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto, baru saja dilantik sebagai ketua periode 2026–2031, namun berita mengejutkan muncul ketika Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkannya sebagai tersangka. Penangkapan ini terjadi hanya enam hari setelah pelantikannya, yang membuat banyak pihak terkejut, termasuk anggota DPR.


Rifqinizamy Karsayuda, Ketua Komisi II DPR RI, menyatakan bahwa penetapan tersangka terhadap Hery Susanto sangat mengejutkan. "Kami tidak menyangka bahwa di awal masa jabatan beliau akan dihadapkan pada permasalahan hukum seperti ini," ungkapnya. Kejadian ini tentunya menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai kinerja Ombudsman dan pengawasan internal yang ada di institusi tersebut.


Hery Susanto ditangkap berdasarkan dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi yang menyangkut penggunaan anggaran. Kejaksaan Agung mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan bukti cukup untuk menetapkan Hery sebagai tersangka. "Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti, kami memutuskan untuk membawa yang bersangkutan ke proses hukum," kata seorang pejabat di Kejaksaan Agung.


Menurut informasi, penangkapan ini bersangkutan dengan sejumlah proyek yang dilaksanakan oleh Ombudsman, di mana ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan wewenang dan manipulasi data anggaran. Dengan adanya kasus ini, publik diharapkan dapat melihat transparansi dan keadilan dalam penyelesaian masalah hukum di institusi pemerintahan.


DPR RI menyatakan harapan agar proses hukum terhadap Hery Susanto dapat berjalan dengan adil dan transparan. "Kami percaya bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, apalagi di posisi yang seharusnya menjaga integritas publik," tambah Rifqinizamy Karsayuda. Tindakan ini diharapkan tidak hanya menjadikan pelajaran bagi Hery, tetapi juga bagi seluruh aparat yang bekerja di lembaga pemerintahan.


Saat ini, proses penyelidikan lanjut oleh Kejaksaan Agung tengah dilakukan, dan masyarakat menantikan perkembangan terbaru mengenai kasus ini. Penangkapan Hery Susanto menjadi sorotan, tidak hanya bagi kalangan institusi, tetapi juga bagi masyarakat yang mengharapkan reformasi dan peningkatan integritas dalam pelayanan publik.


Dengan demikian, penangkapan ini mengisyaratkan adanya langkah-langkah tegas yang diperlukan untuk menjaga akuntabilitas di lembaga-lembaga negara. Komisi II DPR akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan sesuai dengan hukum yang berlaku.


Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait