Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
Ekonomi

Menaker Yassierli: Tingkatkan Pemanfaatan AI untuk Siapkan Pekerja Menghadapi Era Teknologi

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi AI di Indonesia agar pekerja siap menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.

Kalula Putri 15 April 2026 22 pembaca ekobiz.indozone.id ekobiz.indozone.id
Menaker Yassierli: Tingkatkan Pemanfaatan AI untuk Siapkan Pekerja Menghadapi Era Teknologi
ekobiz.indozone.id

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan keprihatinannya terkait rendahnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penting bagi para pekerja untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang diakibatkan oleh kemajuan teknologi. Hal ini disampaikan dalam sebuah forum diskusi mengenai perkembangan teknologi dan dampaknya terhadap tenaga kerja.

Menurut Yassierli, perkembangan teknologi semakin pesat dan hal ini membawa dampak signifikan terhadap pasar kerja. "Kita tidak bisa menghindari bahwa teknologi akan terus berkembang. Oleh karena itu, pekerja harus siap beradaptasi dan memanfaatkan alat yang ada, termasuk AI," ujarnya. Kesiapan ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal dalam era industri 4.0.

Yassierli mengidentifikasi sejumlah sektor yang perlu meningkatkan pemanfaatan AI, seperti industri manufaktur, kesehatan, dan pendidikan. Dalam industri manufaktur, contohnya, AI dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengoptimalkan proses. Sedangkan di sektor kesehatan, teknologi ini dapat membantu dalam analisis data dan diagnosis penyakit yang lebih akurat.

Di samping itu, Yassierli juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kerja. "Pendidikan vokasi harus ditingkatkan untuk mengajarkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini," ungkapnya. Ia berharap pelatihan yang tepat dapat membantu pekerja menguasai keterampilan baru yang dibutuhkan dalam menghadapi teknologi yang terus berubah.

Seorang pengamat industri, Budi Santoso, menambahkan, "Jika kita tidak segera mengadopsi teknologi baru, kita akan tertinggal jauh dari negara lain." Hal ini menandakan adanya urgensi untuk meningkatkan kesadaran dan investasi dalam teknologi AI di berbagai sektor ekonomi di Indonesia.

Pemerintah, melalui kementerian terkait, juga diharapkan dapat memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan yang mendorong adopsi teknologi dan penyediaan anggaran untuk program pelatihan. "Kami akan terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif untuk inovasi dan pengembangan keterampilan," tambah Yassierli.

Ke depan, Yassierli menekankan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan sangatlah penting. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Indonesia dapat memanfaatkan teknologi AI secara optimal dan memperkuat daya saing tenaga kerja di kancah global.

Secara keseluruhan, perhatian terhadap pengembangan teknologi dan kesiapan pekerja menjadi kunci untuk menghadapi tantangan industri di masa mendatang. Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus mendorong inisiatif yang mendukung pemanfaatan AI dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tenaga kerja.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait