Update
Kepala BGN Menjelaskan Tunggakan Rp1,6 Triliun Terkait Dapur MBG Ahok Ungkap Pesimisme Terhadap Penerapan Konstitusi di Indonesia --- DPR Mendesak Kolaborasi Antara Polri dan Imigrasi untuk Atasi Sindikat TPPO --- Wisuda Meriah! 425 Lulusan FIB UNDIP Dinyatakan Lulus, Dipenuhi Momen Mengharukan Pemusnahan Barang Ilegal oleh Bea Cukai Yogyakarta Capai Rp 916 Juta Sepuluh Bank yang Ditutup pada Juli 2026 PSI Menegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Masih Baik, Dedy Nur: Keharmonisan Terlihat Jelas Delvis Rettob Resmi Menjadi Ketua Presidium PP PMKRI untuk Periode 2026-2028 Transformasi Lahan Kosong oleh Mahasiswa KKN-T 85 Undip dan Ibu-Ibu PKK Pudakpayung Melalui Urban Farming Guntur Romli Menyikapi Pernyataan Prabowo tentang Istilah Londo Ireng Kepala BGN Menjelaskan Tunggakan Rp1,6 Triliun Terkait Dapur MBG Ahok Ungkap Pesimisme Terhadap Penerapan Konstitusi di Indonesia --- DPR Mendesak Kolaborasi Antara Polri dan Imigrasi untuk Atasi Sindikat TPPO --- Wisuda Meriah! 425 Lulusan FIB UNDIP Dinyatakan Lulus, Dipenuhi Momen Mengharukan Pemusnahan Barang Ilegal oleh Bea Cukai Yogyakarta Capai Rp 916 Juta Sepuluh Bank yang Ditutup pada Juli 2026 PSI Menegaskan Hubungan Prabowo dan Gibran Masih Baik, Dedy Nur: Keharmonisan Terlihat Jelas Delvis Rettob Resmi Menjadi Ketua Presidium PP PMKRI untuk Periode 2026-2028 Transformasi Lahan Kosong oleh Mahasiswa KKN-T 85 Undip dan Ibu-Ibu PKK Pudakpayung Melalui Urban Farming Guntur Romli Menyikapi Pernyataan Prabowo tentang Istilah Londo Ireng
News

--- DPR Mendesak Kolaborasi Antara Polri dan Imigrasi untuk Atasi Sindikat TPPO ---

--- Komisi III DPR RI menekankan pentingnya kerja sama antara Polri, KP2MI, dan Ditjen Imigrasi dalam memberantas sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang semakin meresahkan. ---

Arya Yudhistira 29 July 2026 1 pembaca jpnn.com jpnn.com
Komisi III DPR Desak Polri, KP2MI, dan Imigrasi Berantas Sindikat TPPO hingga ke Akar
Komisi III DPR Desak Polri, KP2MI, dan Imigrasi Berantas Sindikat TPPO hingga ke Akar
---TITLEEXCERPT--- Komisi III DPR RI menekankan pentingnya kerja sama antara Polri, KP2MI, dan Ditjen Imigrasi dalam memberantas sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang semakin meresahkan. ---CONTENT---

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengajak Polri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan Direktorat Jenderal Imigrasi untuk bersinergi dalam upaya memberantas sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) hingga ke akar-akarnya. Permintaan ini disampaikan mengingat praktik pengiriman pekerja migran secara ilegal yang semakin serius.

Sahroni menekankan bahwa perbaikan harus dilakukan dari dua sisi, yaitu penegakan hukum yang tegas terhadap sindikat utama dan penguatan sistem pengawasan dalam penempatan kerja di pintu-pintu keluar imigrasi. "Saya mendukung penuh Kapolri, Menteri Pelindungan Pekerja Migran, dan Dirjen Imigrasi untuk mengambil langkah luar biasa membongkar sindikatnya sampai ke akar, jangan berhenti di perekrut lapangan saja," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Rabu (29/7/2026).

Peningkatan Kasus TPPO yang Mendesak

Belakangan ini, Sahroni mengungkapkan bahwa ia menerima banyak laporan mengenai peningkatan kasus TPPO dengan modus yang semakin terstruktur dan rapi. Situasi ini dianggap mendesak untuk segera ditangani, mengingat jumlah korban yang terus bertambah.

Menurutnya, upaya pemberantasan TPPO harus sejalan dengan perbaikan sistem penempatan pekerja migran. Hal ini bertujuan agar masyarakat lebih mudah mengakses jalur resmi dan terhindar dari jaringan ilegal. "Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan perbaikan tata kelola, seperti mempermudah jalur resmi, menutup celah pungutan liar, dan memperketat pengawasan di setiap pintu keluar negara," tambahnya.

Perlindungan bagi Pekerja Migran

Sahroni juga menekankan bahwa negara harus hadir untuk melindungi pekerja migran sejak awal proses keberangkatan mereka. "Mereka berangkat untuk mencari kehidupan yang lebih baik, menyumbang devisa negara, bukan untuk menjadi korban mafia perdagangan orang," tegasnya.

Artikel Terkait