Update
Nasib Jabatan Wakil Presiden Gibran Usai Vonis MA, Mahfud MD Berikan Penjelasan Banjir Melanda Dua Desa di Aceh Selatan, Ratusan Warga Dievakuasi HUT ke-27 GRANAT: Togar Sianipar Serukan Penguatan P4GN untuk Melindungi Generasi Muda BRI Resmikan Posyandu Lili dan Kebun Pangan Perempuan di Sleman Tanggapan Politisi PSI Terhadap Kritikan Akbar Faizal kepada Jokowi Menhut Temukan Pelanggaran Kehutanan di Kalimantan Tengah, Segel Kayu dan Alat Berat Dampak Spread terhadap Aktivitas Trading: Analisis dari Elev8 Pentingnya Memahami Putusan MA Terkait Gibran, Sekjen Projo Ingatkan Publik Kemenlu Mengonfirmasi Tewasnya WNI yang Bergabung dengan Militer Rusia di Ukraina Kolaborasi ITERA dan BRIN untuk Menyesuaikan Kurikulum dengan Permintaan Industri Pertambangan Nasib Jabatan Wakil Presiden Gibran Usai Vonis MA, Mahfud MD Berikan Penjelasan Banjir Melanda Dua Desa di Aceh Selatan, Ratusan Warga Dievakuasi HUT ke-27 GRANAT: Togar Sianipar Serukan Penguatan P4GN untuk Melindungi Generasi Muda BRI Resmikan Posyandu Lili dan Kebun Pangan Perempuan di Sleman Tanggapan Politisi PSI Terhadap Kritikan Akbar Faizal kepada Jokowi Menhut Temukan Pelanggaran Kehutanan di Kalimantan Tengah, Segel Kayu dan Alat Berat Dampak Spread terhadap Aktivitas Trading: Analisis dari Elev8 Pentingnya Memahami Putusan MA Terkait Gibran, Sekjen Projo Ingatkan Publik Kemenlu Mengonfirmasi Tewasnya WNI yang Bergabung dengan Militer Rusia di Ukraina Kolaborasi ITERA dan BRIN untuk Menyesuaikan Kurikulum dengan Permintaan Industri Pertambangan
Ekonomi

Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean

Pertamina Patra Niaga mulai menerapkan sistem ganjil genap di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Selatan untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi baru-baru ini.

Kalula Putri 13 September 2026 45 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Pemerintah Sulsel minta Pertamina terapkan kebijakan ganjil-genap untuk atasi antrean SPBU. Pengisian BBM truk dijadwalkan malam hari untuk kelancaran. (FOTO:Dok. Pertamina).
Pemerintah Sulsel minta Pertamina terapkan kebijakan ganjil-genap untuk atasi antrean SPBU. Pengisian BBM truk dijadwalkan malam hari untuk kelancaran. (FOTO:Dok. Pertamina).

Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan bahwa kebijakan ganjil genap mulai diterapkan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Sulawesi Selatan. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi masalah antrean panjang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Okky Aditya, perwakilan Community Relation Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, menjelaskan bahwa penerapan kebijakan ini dimulai pada hari ini, 13 September. Kendaraan dengan plat nomor ganjil diizinkan untuk mengisi bahan bakar di SPBU yang ada di kawasan tersebut. "Iya sudah diberlakukan (kebijakan ganjil-genap)," ujarnya.

Penerapan Bertahap untuk Plat Nomor Genap

Okky menambahkan bahwa aturan ini akan diterapkan secara bertahap, di mana kendaraan dengan plat nomor genap akan mulai diperbolehkan mengisi bahan bakar pada hari berikutnya, yaitu 14 September. "Hal ini dilakukan agar penerapannya dapat berjalan tertib, efektif, serta tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat," imbuhnya.

Pertamina juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran aktif mereka dalam menjaga ketertiban dalam distribusi bahan bakar di Sulawesi Selatan. Pengisian bahan bakar yang bijak dan proporsional diharapkan dapat mendukung kelancaran pelayanan di SPBU. "Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan peruntukannya agar pelayanan di SPBU dapat berjalan lebih lancar, tertib, dan merata," tambah Okky.

Langkah Lain untuk Mengurangi Antrean

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah meminta PT Pertamina Patra Niaga untuk menerapkan sejumlah langkah guna mengatasi antrean panjang kendaraan di SPBU. Permintaan ini tertuang dalam surat Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel yang ditujukan kepada Executive General Manager Regional Sulawesi PT Pertamina Patra Niaga.

Selain penerapan sistem ganjil genap, Pemprov Sulsel juga meminta agar pengisian bahan bakar untuk kendaraan truk dijadwalkan pada malam hari. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan besar pada jam operasional siang hari. Kendaraan pribadi juga diharapkan hanya mengisi BBM subsidi jika indikator bahan bakar pada odometer menunjukkan satu bar atau kurang.

Kasman, Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, menyatakan bahwa pembatasan ini bertujuan untuk mencegah panic buying dan pengisian berulang. Selain itu, Pemprov juga meminta Pertamina untuk menertibkan operasional SPBU, terutama terkait ketersediaan operator di setiap nozel. SPBU yang tidak memenuhi ketentuan diminta untuk diberikan sanksi. "Jika tidak ada perbaikan, pengoperasian SPBU tersebut dapat diambil alih Pertamina dan izin operasionalnya dievaluasi," tegas Kasman.

Artikel Terkait