Update
Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati Tindakan Tegas KLH: 50 Perusahaan Disegel Akibat Kebakaran Lahan Tim SAR Balikpapan Dikerahkan untuk Mencari Penumpang KM Virgo Transport 8 Inovasi Mahasiswa UI: Sistem Pendingin Ruangan Ramah Lingkungan Menggunakan Energi Tanah dan Matahari Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Menurun Hari Ini Pilihan Cawapres Prabowo 2029: Tokoh Nonpartai dan Kader Gerindra Jadi Pertimbangan MTQ Nasional di Semarang: Momen Memperkuat Persatuan dan Kedamaian Memperkuat Kerja Sama, UGM dan Selandia Baru Jalin Riset Strategis serta Pertukaran Mahasiswa Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan Lebih Tinggi Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati Tindakan Tegas KLH: 50 Perusahaan Disegel Akibat Kebakaran Lahan Tim SAR Balikpapan Dikerahkan untuk Mencari Penumpang KM Virgo Transport 8 Inovasi Mahasiswa UI: Sistem Pendingin Ruangan Ramah Lingkungan Menggunakan Energi Tanah dan Matahari Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Menurun Hari Ini Pilihan Cawapres Prabowo 2029: Tokoh Nonpartai dan Kader Gerindra Jadi Pertimbangan MTQ Nasional di Semarang: Momen Memperkuat Persatuan dan Kedamaian Memperkuat Kerja Sama, UGM dan Selandia Baru Jalin Riset Strategis serta Pertukaran Mahasiswa Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan Lebih Tinggi
Ekonomi

Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan Lebih Tinggi

Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM merayakan lima tahun keberadaannya dengan pencapaian signifikan dalam pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Arya Yudhistira 13 September 2026 13 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Foto: Arsip BRI
Foto: Arsip BRI

Holding Ultra Mikro (UMi), yang merupakan kolaborasi antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), telah beroperasi selama lima tahun sejak didirikan pada 13 September 2021. Selama periode tersebut, Holding UMi telah berkembang menjadi salah satu ekosistem terbesar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Indonesia.

Selain memperluas akses pembiayaan, Holding UMi juga berhasil menciptakan ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi. Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pembiayaan, simpanan, transaksi, hingga pendampingan usaha, serta pembentukan aset masyarakat melalui ekosistem emas. Pembentukan Holding UMi dilatarbelakangi oleh tantangan dalam menjangkau segmen usaha ultra mikro yang belum mendapatkan layanan keuangan formal secara optimal.

Perluasan Jangkauan Layanan

Dengan adanya integrasi antara BRI, Pegadaian, dan PNM, skala dan jangkauan layanan terus diperluas. Hal ini memungkinkan masyarakat tidak hanya mendapatkan akses modal, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan membangun ketahanan ekonomi keluarga. Hingga akhir triwulan II 2026, Holding UMi berhasil melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Sinergi antara ketiga entitas ini juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur untuk naik kelas, yang menunjukkan transisi nasabah dari segmen yang lebih kecil menuju akses layanan dan pembiayaan yang lebih luas. Group CEO BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa perjalanan lima tahun Holding UMi menunjukkan bagaimana integrasi dari tiga entitas dengan keunggulan masing-masing dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Fokus pada Pemberdayaan dan Pertumbuhan Ekonomi

Hery menjelaskan, "Selama lima tahun, kekuatan Holding UMi ditopang oleh integrasi keunggulan masing-masing entitas. BRI memiliki jaringan dan kapabilitas pembiayaan UMKM serta infrastruktur yang luas, Pegadaian memiliki kompetensi pada pembiayaan berbasis gadai dan ekosistem emas, sementara PNM memiliki kekuatan pada pemberdayaan serta pendampingan kelompok usaha ultra mikro." Integrasi ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan layanan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan ekonomi mereka.

Pelaku usaha yang baru memulai dapat menerima pendampingan dan pembiayaan ultra mikro, kemudian berkembang dengan akses pembiayaan yang lebih besar, serta memanfaatkan layanan transaksi, simpanan, investasi, dan berbagai layanan keuangan lainnya. Salah satu infrastruktur penting yang dibangun untuk memperkuat integrasi adalah jaringan kantor yang luas. Hingga triwulan II 2026, terdapat lebih dari 15.100 kantor BRI, Pegadaian, dan PNM, sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan keuangan dalam satu ekosistem.

Pada saat yang sama, Holding UMi juga memiliki lebih dari 74 ribu tenaga pemasar yang berperan penting dalam menjangkau dan mendampingi masyarakat hingga ke tingkat komunitas. Kehadiran Mantri BRI, tenaga pemasar Pegadaian, dan AO PNM tidak hanya memperluas akses terhadap pembiayaan dan layanan keuangan, tetapi juga membangun kedekatan dengan nasabah, memahami kebutuhan serta karakteristik usaha, memberikan edukasi keuangan, dan mendampingi pelaku usaha dalam mengembangkan kapasitas mereka.

Setelah lima tahun beroperasi, salah satu ukuran keberhasilan Holding UMi bukan hanya dari besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan ekosistem tersebut dalam menciptakan mobilitas ekonomi. Hingga akhir triwulan II 2026, sekitar 2,3 juta debitur telah berhasil naik kelas. Capaian ini mencerminkan bagaimana akses pembiayaan yang disertai dengan pemberdayaan dan pendampingan dapat membuka jalan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala dan kapasitas usaha mereka.

Menurut Hery, keberhasilan Holding UMi seharusnya diukur dari perubahan kondisi ekonomi nasabah dalam ekosistem tersebut. "Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya ketika seseorang memperoleh pembiayaan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika usahanya tumbuh, pendapatannya meningkat, kemampuan menabungnya semakin baik, dan kemudian dia mampu mengakses layanan keuangan yang lebih luas sehingga meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, naik kelas menjadi salah satu agenda penting yang akan terus kami dorong," jelas Hery.

Memasuki tahun kelimanya, Holding Ultra Mikro juga bergerak menuju tahapan berikutnya dengan memperluas inklusi dan literasi keuangan. Salah satu perkembangan yang terlihat adalah penguatan ekosistem emas melalui Pegadaian. Hingga Agustus 2026, ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro telah mencapai sekitar 153 ton. Dengan kapabilitas Pegadaian yang semakin berkembang, ekosistem emas tersebut mencakup layanan gadai dan pembiayaan berbasis emas, Tabungan Emas, transaksi emas secara digital, hingga layanan bullion.

Pengembangan ini menjadi bagian penting dari kemajuan Holding UMi, di mana masyarakat yang sebelumnya hanya membutuhkan akses modal didorong secara bertahap untuk membangun kebiasaan menabung, memperkuat ketahanan keuangan, dan memiliki aset. Hery menegaskan bahwa lima tahun pertama Holding Ultra Mikro merupakan fondasi untuk membangun fase pertumbuhan berikutnya. Dengan skala ekosistem yang telah terbentuk, fokus selanjutnya adalah memastikan semakin banyak masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih dalam dari integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM.

“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro bukan sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan. Inilah kontribusi BRI Group untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pertumbuhan yang semakin inklusif,” tutup Hery.

Artikel Terkait