Update
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi --- Harga Pertamax Diprediksi Menyentuh Rp20 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi --- Harga Pertamax Diprediksi Menyentuh Rp20 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina
Ekonomi

Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah

Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex akan tetap mengikuti formula yang ditetapkan oleh pemerintah, meskipun terdapat fluktuasi...

Arya Yudhistira 12 September 2026 2 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex tetap ditetapkan sesuai formula yang ditentukan pemerintah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex tetap ditetapkan sesuai formula yang ditentukan pemerintah. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).

PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax dan Pertamina Dex, akan tetap ditetapkan berdasarkan formula yang telah ditentukan oleh pemerintah. Pernyataan ini disampaikan di tengah ketidakpastian terkait beberapa faktor yang mempengaruhi harga BBM, seperti harga minyak global dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih berfluktuasi.

Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah

VP Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengungkapkan bahwa perusahaan akan mengikuti kebijakan pemerintah dalam penetapan harga BBM, baik untuk kategori subsidi maupun nonsubsidi. "Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026," jelas Kitty dalam keterangan resminya.

Proyeksi Harga BBM Non-Subsidi

Untuk BBM nonsubsidi yang termasuk dalam kategori Jenis BBM Umum (JBU), Kitty menambahkan bahwa harga akan tetap mengikuti formula dan ketentuan yang berlaku. "Sementara untuk JBU, harga mengikuti formula yang telah ditetapkan Pemerintah," tuturnya.

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyebutkan bahwa harga BBM nonsubsidi berpotensi berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter jika harga minyak dunia tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. "Harga Pertamax, Dex, dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka Rp18 ribu sampai Rp20 ribuan karena tidak ada, belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," kata Eko dalam acara media gathering di Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Menurut Eko, kondisi pasar energi global saat ini dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah dan gangguan pada jalur energi, termasuk Selat Hormuz, yang berdampak pada ketersediaan dan harga minyak dunia. "Perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil," tambahnya.

Saat ini, harga minyak dunia masih berada di atas US$100 per barel. Pada Jumat (11/9), harga minyak Brent naik sekitar 1 persen menjadi US$108,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) juga naik sekitar 1 persen menjadi US$103,45 per barel. Kedua harga acuan tersebut sebelumnya mengalami lonjakan lebih dari 6 persen pada perdagangan Kamis (10/9) dan secara mingguan telah naik hampir 13 persen.

Eko berharap harga minyak dunia dapat kembali turun ke kisaran US$60 hingga US$70 per barel seperti sebelum krisis geopolitik, meskipun ia menekankan bahwa pergerakan harga tersebut masih bergantung pada perkembangan kondisi global. Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menjalankan kebijakan pemerintah terkait harga dan penyaluran BBM serta menyesuaikan pelaksanaannya dengan ketentuan yang berlaku.

Artikel Terkait