Update
News

--- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi ---

--- Pemilik kapal Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis mengklarifikasi mengenai penemuan jaket pelampung oleh TNI AL di perairan Anyer. Ia menegaskan bahwa pelampung tersebut bukan miliknya....

Lare Ayu 12 September 2026 68 pembaca jpnn.com jpnn.com
TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Anyer, Pemilik Kapal Rombongan Jurnalis Buka Suara
TNI AL Temukan Pelampung di Perairan Anyer, Pemilik Kapal Rombongan Jurnalis Buka Suara
---TITLEEXCERPT--- Pemilik kapal Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis mengklarifikasi mengenai penemuan jaket pelampung oleh TNI AL di perairan Anyer. Ia menegaskan bahwa pelampung tersebut bukan miliknya. ---CONTENT---

Pemilik kapal Arupadhatu 1, yang digunakan oleh rombongan jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, memberikan penjelasan terkait penemuan jaket pelampung oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) di perairan Anyer. Penemuan tersebut terjadi pada hari ketiga pencarian.

Sandi Wiyasa, pemilik kapal, menegaskan bahwa jaket pelampung yang ditemukan bukanlah perlengkapan dari speedboat miliknya. "Saya pastikan life jacket (baju pelampung) yang ditemukan Tim SAR bukan milik Kapal Arupadhatu 1, karena berbeda dengan yang saya miliki," jelas Sandi pada Jumat (11/9).

Perbedaan Pelampung

Lebih lanjut, Sandi menjelaskan bahwa terdapat perbedaan yang jelas antara pelampung yang ada di kapalnya dan yang ditemukan oleh TNI AL. "Perbedaan terlihat dari bagian ritsleting, grip, dan bahan pelampungnya," ungkapnya. Ia menambahkan, "Maka dapat dipastikan bahwa life jacket tersebut tidak berkaitan dengan perlengkapan Kapal Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak."

Imbauan dari Polda Banten

Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, juga memberikan pernyataan. Ia meminta agar masyarakat tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. "Untuk perkembangan operasi pencarian, kami meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari Polda Banten maupun Tim SAR gabungan," tuturnya.

Artikel Terkait