Pemilik kapal Arupadhatu 1, yang digunakan oleh rombongan jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, memberikan penjelasan terkait penemuan jaket pelampung oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) di perairan Anyer. Penemuan tersebut terjadi pada hari ketiga pencarian.
Sandi Wiyasa, pemilik kapal, menegaskan bahwa jaket pelampung yang ditemukan bukanlah perlengkapan dari speedboat miliknya. "Saya pastikan life jacket (baju pelampung) yang ditemukan Tim SAR bukan milik Kapal Arupadhatu 1, karena berbeda dengan yang saya miliki," jelas Sandi pada Jumat (11/9).
Perbedaan Pelampung
Lebih lanjut, Sandi menjelaskan bahwa terdapat perbedaan yang jelas antara pelampung yang ada di kapalnya dan yang ditemukan oleh TNI AL. "Perbedaan terlihat dari bagian ritsleting, grip, dan bahan pelampungnya," ungkapnya. Ia menambahkan, "Maka dapat dipastikan bahwa life jacket tersebut tidak berkaitan dengan perlengkapan Kapal Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak."
Imbauan dari Polda Banten
Kepala Bidang Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, juga memberikan pernyataan. Ia meminta agar masyarakat tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. "Untuk perkembangan operasi pencarian, kami meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari Polda Banten maupun Tim SAR gabungan," tuturnya.