JAKARTA, iNews.id - Meskipun dampak dari abu vulkanik sering kali mengganggu aktivitas masyarakat, material yang dihasilkan dari erupsi gunung berapi ini ternyata menyimpan manfaat bagi lingkungan. Dalam jangka panjang, mineral yang terkandung dalam abu vulkanik dapat meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan unsur hara yang penting bagi ekosistem laut.
Belakangan ini, perhatian terhadap abu vulkanik meningkat setelah erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan material abu terbawa angin ke berbagai daerah, termasuk Jawa Barat, Jakarta, Banten, dan Lampung. Kejadian ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan di beberapa lokasi.
Potensi Positif Abu Vulkanik
Namun, abu vulkanik tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi negatifnya. Praktisi bisnis lingkungan, Bang Sap, dalam unggahannya di Instagram, mengungkapkan bahwa abu vulkanik juga membawa material yang diperlukan oleh ekosistem. “Jangan melihat abu vulkanik hanya sebagai bencana dan memberi efek negatif aja. Kita tahunya abu vulkanik itu cuma bikin rugi: bandara tutup, ratusan penerbangan batal, perekonomian pun ikut kena imbas. Padahal, abu yang sama juga lagi diam-diam nyuburin laut di Selat Sunda,” jelas Bang Sap.
Kandungan Mineral yang Menguntungkan
Menurut Bang Sap, abu vulkanik mengandung berbagai mineral penting seperti silika, besi, magnesium, kalium, dan belerang. Kandungan ini berperan dalam proses pembentukan tanah yang lebih subur setelah mengalami pelapukan secara alami. Dengan demikian, meskipun abu vulkanik dapat mengganggu, ia juga memiliki potensi untuk memperbaiki kualitas tanah dan mendukung kehidupan di ekosistem laut.