Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
Teknologi

Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu

Setelah lebih dari 20 tahun tragedi 11 September, penelitian mengenai dampak kesehatan anak-anak yang berada di sekitar World Trade Center akan dilakukan. Anak-anak yang terpapar debu beracun pasca ru...

Aruna Sasmita 11 September 2026 2 pembaca inews.id inews.id
Advertisement
Advertisement

NEW YORK, iNews.id — Lebih dari dua dekade setelah peristiwa tragis 11 September 2001, dampak kesehatan yang mungkin dialami oleh anak-anak yang berada di sekitar World Trade Center akan diteliti secara menyeluruh. Pada saat dua pesawat yang dibajak menabrak menara kembar World Trade Center, sekitar 25.000 anak diketahui tinggal atau bersekolah di area Lower Manhattan. Selain itu, ribuan anak lainnya juga berada di wilayah sekitar lokasi kejadian tersebut.

Anak-anak yang terlibat dalam tragedi ini termasuk bayi, balita, hingga janin yang masih ada di dalam kandungan. Namun, sebagian besar dari mereka tidak terdaftar dalam program penelitian kesehatan yang selama ini lebih banyak berfokus pada petugas penyelamat, pekerja, dan penyintas dewasa. Padahal, anak-anak ini juga terpapar awan beracun dan debu yang menyelimuti kawasan setelah gedung World Trade Center runtuh.

Bahaya Debu Beracun

Debu yang dihasilkan dari runtuhnya gedung tersebut mengandung berbagai material berbahaya. Di antaranya adalah partikel halus dari beton yang hancur, serat kaca, asbes, serta berbagai polutan lainnya. Paparan terhadap zat-zat berbahaya ini dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang bagi anak-anak yang berada di lokasi saat kejadian.

Fokus Penelitian yang Diperluas

Dengan dimulainya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak kesehatan yang dialami oleh anak-anak yang terpapar. Penelitian ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa semua pihak yang terkena dampak tragedi 9/11 mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak.

Artikel Terkait