NEW YORK, iNews.id — Lebih dari dua dekade setelah peristiwa tragis 11 September 2001, dampak kesehatan yang mungkin dialami oleh anak-anak yang berada di sekitar World Trade Center akan diteliti secara menyeluruh. Pada saat dua pesawat yang dibajak menabrak menara kembar World Trade Center, sekitar 25.000 anak diketahui tinggal atau bersekolah di area Lower Manhattan. Selain itu, ribuan anak lainnya juga berada di wilayah sekitar lokasi kejadian tersebut.
Anak-anak yang terlibat dalam tragedi ini termasuk bayi, balita, hingga janin yang masih ada di dalam kandungan. Namun, sebagian besar dari mereka tidak terdaftar dalam program penelitian kesehatan yang selama ini lebih banyak berfokus pada petugas penyelamat, pekerja, dan penyintas dewasa. Padahal, anak-anak ini juga terpapar awan beracun dan debu yang menyelimuti kawasan setelah gedung World Trade Center runtuh.
Bahaya Debu Beracun
Debu yang dihasilkan dari runtuhnya gedung tersebut mengandung berbagai material berbahaya. Di antaranya adalah partikel halus dari beton yang hancur, serat kaca, asbes, serta berbagai polutan lainnya. Paparan terhadap zat-zat berbahaya ini dapat menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang bagi anak-anak yang berada di lokasi saat kejadian.
Fokus Penelitian yang Diperluas
Dengan dimulainya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai dampak kesehatan yang dialami oleh anak-anak yang terpapar. Penelitian ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa semua pihak yang terkena dampak tragedi 9/11 mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak.