Tim SAR Gabungan melanjutkan operasi pencarian pada hari ketiga untuk menemukan delapan orang yang hilang setelah speed boat yang mereka tumpangi tidak dapat dihubungi di Perairan Selat Sunda, tepatnya di Kabupaten Pandeglang, Banten. Dalam pencarian yang berlangsung, wilayah operasi dibagi menjadi enam sektor dengan luas total sekitar 2.483 nautical mile persegi.
Pencarian ini melibatkan berbagai unsur dan alat, termasuk KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Karambit, KP Sanjaya, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, KM Aruphadatu, serta Helikopter HR 3604. Selain itu, turut serta juga unsur dari TNI, Polri, BPBD, Potensi SAR, nelayan, dan masyarakat setempat.
Temuan Life Jacket dan Pelampung
Tim SAR melakukan pencarian secara intensif di sekitar Gunung Anak Krakatau hingga ke perairan di sebelah tenggara, utara, barat daya, dan barat laut gunung tersebut. Pada pencarian di Sektor F, KAL Anyer berhasil menemukan sebuah life jacket pada pukul 15.32 WIB di koordinat 06°04'30.00" LS. Selain itu, terdapat laporan mengenai penemuan pelampung di koordinat 06°17'26.40" LS, 105°22'42.00" BT. Kedua temuan ini masih dalam proses verifikasi untuk menentukan apakah ada hubungannya dengan delapan orang yang sedang dicari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa setiap temuan di lapangan akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya pencarian. "Temuan life jacket dan pelampung ini menjadi perhatian bagi kami. Namun, kami masih melakukan verifikasi untuk memastikan apakah barang tersebut berkaitan dengan survivor yang sedang kami cari. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindak lanjuti secara maksimal,” ungkap Al Amrad.
Kondisi Pencarian dan Evaluasi Operasi
Sementara itu, hasil penyisiran di Sektor A, B, C, D, dan E menunjukkan hasil yang nihil. Tim SAR Gabungan terus berupaya mengoptimalkan semua unsur dan sarana yang tersedia, termasuk dukungan udara dari Helikopter HR 3604. Kondisi cuaca di wilayah operasi dilaporkan cerah berawan tebal, dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 15 knot, serta tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter.
“Kami terus melakukan pencarian dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi cuaca di lapangan. Keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas. Kami berharap temuan ini dapat memberikan titik terang dan seluruh korban segera ditemukan,” tutup Al Amrad. Hingga akhir operasi pencarian pada hari ketiga, delapan orang masih dalam status pencarian. Tim SAR Gabungan akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh hasil pencarian untuk menentukan strategi operasi selanjutnya.