Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menginformasikan bahwa Rusal, perusahaan aluminium dari Rusia, berencana untuk mendirikan pabrik pemurnian bauksit di Indonesia. Rencana ini disampaikan setelah pertemuan antara Bahlil dan Presiden Prabowo Subianto di Moskow pada awal bulan ini.
"Mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina dan itu di daerah Kalimantan," kata Bahlil saat ditemui di kantornya pada Jumat (11/9).
Proses Perizinan yang Hampir Final
Bahlil menambahkan bahwa saat ini pemerintah dan Rusal sedang dalam proses pengurusan izin untuk pembangunan pabrik tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa kerja sama ini akan melibatkan perusahaan-perusahaan lokal di Indonesia.
"Untuk urusan perizinannya sudah tahap hampir final dan kita memang melakukan kolaborasi dan mereka melakukan kerjasama dengan pengusaha dalam negeri," jelasnya.
Peluang Kerja Sama yang Lebih Luas
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa Indonesia akan bekerja sama dengan Rusal dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama dengan berbagai kelompok di Indonesia. "Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar untuk mengembangkan kilang bersama kelompok-kelompok Indonesia," ungkap Prabowo di Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (4/9).
Prabowo menambahkan bahwa Indonesia masih membuka peluang untuk memperluas kerja sama dengan Rusia di berbagai sektor. "Kami masih menantikan semakin banyak kerja sama bersama antara Rusia dan Indonesia," tandasnya.