Update
News

Gerindra Menanggapi Kontroversi Lagu 'Lalaki Langit' Karya Bupati Purwakarta

Partai Gerindra melalui juru bicaranya, Sugiat Santoso, meminta klarifikasi terkait lagu 'Lalaki Langit' yang dinilai kontroversial dan seksis oleh berbagai pihak.

Bima Candrakumara 02 July 2026 84 pembaca liputan6.com liputan6.com
Tangkapan layar video klip lagu Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. (Liputan6.com/ Dok Ist)
Tangkapan layar video klip lagu Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, telah meminta penjelasan dari Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, mengenai lagu berjudul 'Lalaki Langit' yang menuai kritik karena dianggap seksis. Sugiat menegaskan bahwa pihaknya telah menerima klarifikasi dari Saepul Bahri, yang menyatakan bahwa lagu tersebut diciptakan sebelum ia menjabat sebagai bupati.

Pentingnya Memperhatikan Norma dalam Berkarya

Sugiat menyampaikan, polemik yang muncul dari lagu tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia menekankan bahwa dalam menciptakan karya seni, penting untuk mengedepankan norma, etika, dan budaya. "Tapi yang paling penting pesan mau disampaikan bahwa ya ini jadi pelajaran lah bahwa setiap anak bangsa, bukan hanya kepala daerah ya, untuk membuat karya-karya seni yang itu akan dinikmati oleh publik, itu ya memang harus menjaga, menjaga apa norma-norma," ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiat mengingatkan agar karya seni tidak menciptakan kesan yang merendahkan pihak tertentu. "Menjaga etika, menjaga ya nilai-nilai yang ada di budaya-budaya kita kan. Apalagi jangan sampai kesannya malah melecehkan salah satu pihak, ya kan. Itu yang pertama," tambahnya.

Fokus pada Tugas dan Keteladanan

Wakil Ketua Komisi XIII DPR tersebut juga meminta agar kepala daerah lebih fokus pada tugas utama mereka, yaitu menyejahterakan masyarakat dan memberikan contoh yang baik dalam perilaku serta ucapan. "Fokus ke tugas dan fungsinya sebagai kepala daerah untuk menyejahterakan rakyatnya kan, dan memberikan keteladanan. Keteladanan dalam berbicara, keteladanan dalam bersikap, keteladanan dalam bertingkah laku. Dan supaya ini pelajaran bagi kita semua, saya pikir itu," ungkapnya.

Sugiat mengakui bahwa kasus lagu ini telah dibahas di dalam partai, meskipun belum ada pertemuan formal atau sanksi yang diberikan. "Ya secara formal belumlah, tapi kan saya pikir pimpinan-pimpinan kami kan sering berkomunikasi baik secara informal dengan kader-kadernya, baik di legislatif maupun eksekutif. Saya pikir secara informal sudah, sudah diingatkan, disampaikan," jelasnya.

Sebelumnya, lagu 'Lalaki Langit' yang diciptakan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, telah mendapatkan kritik, termasuk dari anggota Komisi VIII DPR, Atalia Praratya.

Artikel Terkait