Update
--- Kemenhub Pastikan KM Virgo Memenuhi Standar Keselamatan dan Kelayakan --- Budi Arie Setiadi Tegaskan Posisi PROJO di Tengah Wacana Poros Solo Menuju 2029 Musyawarah Wilayah Mathla’ul Anwar Jateng: Jazuli Juwaini Soroti Penguatan Organisasi Penyebab Antrean Panjang BBM di Sulawesi Selatan Terungkap Budi Arie Setiadi Menyatakan Jokowi Tidak Pernah Minta Perpanjangan Jabatan PP 26 Berikan Harapan Baru bagi Guru PPPK dan P3K Paruh Waktu BRICS Luncurkan Inisiatif Bursa Gandum untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Global Gatut Sunu Ungkap Dugaan Intervensi dalam Sidang Tipikor di Surabaya Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati --- Kemenhub Pastikan KM Virgo Memenuhi Standar Keselamatan dan Kelayakan --- Budi Arie Setiadi Tegaskan Posisi PROJO di Tengah Wacana Poros Solo Menuju 2029 Musyawarah Wilayah Mathla’ul Anwar Jateng: Jazuli Juwaini Soroti Penguatan Organisasi Penyebab Antrean Panjang BBM di Sulawesi Selatan Terungkap Budi Arie Setiadi Menyatakan Jokowi Tidak Pernah Minta Perpanjangan Jabatan PP 26 Berikan Harapan Baru bagi Guru PPPK dan P3K Paruh Waktu BRICS Luncurkan Inisiatif Bursa Gandum untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Global Gatut Sunu Ungkap Dugaan Intervensi dalam Sidang Tipikor di Surabaya Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati
Ekonomi

--- Kemenhub Pastikan KM Virgo Memenuhi Standar Keselamatan dan Kelayakan ---

--- Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa KM Virgo Transport yang terbalik di Laut Jawa telah memenuhi standar kelayakan dan keselamatan. Hal ini berdasarkan evaluasi dari Kemenhub dan Biro Klasifi...

Bima Candrakumara 14 September 2026 1 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kondisi standar kelayakan dan keselamatan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. (Foto: Arsip TNI AL)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kondisi standar kelayakan dan keselamatan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. (Foto: Arsip TNI AL)
---TITLEEXCERPT--- Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa KM Virgo Transport yang terbalik di Laut Jawa telah memenuhi standar kelayakan dan keselamatan. Hal ini berdasarkan evaluasi dari Kemenhub dan Biro Klasifikasi Indonesia. ---CONTENT---

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa KM Virgo Transport yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa memenuhi semua standar kelayakan dan keselamatan. Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub yang menyatakan bahwa evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kapal tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Direktur Jenderal Hubla Kemenhub, Muhammad Masyhud, menjelaskan bahwa penilaian ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, baik dari pihak Kemenhub maupun Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). BKI sendiri berperan sebagai lembaga yang memeriksa kelayakan teknis kapal untuk memastikan bahwa armada yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan teknis yang diperlukan.

Kesaksian Penumpang KM Virgo

Di tengah peristiwa ini, sejumlah kesaksian dari penumpang yang pernah menaiki KM Virgo Transport 8 mulai bermunculan di media sosial. Salah satu penumpang yang mengaku berlayar dengan kapal tersebut minggu lalu melaporkan bahwa ia sempat membuka dua lemari pelampung, namun menemukan semuanya kosong. Selain itu, ia juga mengecek jumlah sekoci yang tersedia dan menemukan hanya ada dua buah dengan kapasitas untuk 20 penumpang, padahal jumlah awak kapal mencapai sekitar 114 orang, ditambah 240 penumpang.

Penumpang tersebut juga berbagi informasi yang didapat dari seorang anggota awak kapal, yang menyatakan bahwa kapal itu baru beroperasi selama dua bulan setelah dibeli dalam kondisi bekas dari Jepang.

Detail Kecelakaan dan Proses Evakuasi

KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa pada pukul 02.00 Wita, Minggu (13/9), saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal tersebut mengangkut total 243 orang, yang terdiri dari awak kapal dan penumpang.

Hingga saat ini, Basarnas telah mengonfirmasi bahwa 114 korban berhasil ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di kapal tersebut. Dari 114 korban yang telah ditemukan, 86 di antaranya sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, yang terdiri dari 85 orang selamat dan satu orang dalam keadaan meninggal dunia.

Artikel Terkait