Update
Nasib Jabatan Wakil Presiden Gibran Usai Vonis MA, Mahfud MD Berikan Penjelasan Banjir Melanda Dua Desa di Aceh Selatan, Ratusan Warga Dievakuasi HUT ke-27 GRANAT: Togar Sianipar Serukan Penguatan P4GN untuk Melindungi Generasi Muda BRI Resmikan Posyandu Lili dan Kebun Pangan Perempuan di Sleman Tanggapan Politisi PSI Terhadap Kritikan Akbar Faizal kepada Jokowi Menhut Temukan Pelanggaran Kehutanan di Kalimantan Tengah, Segel Kayu dan Alat Berat Dampak Spread terhadap Aktivitas Trading: Analisis dari Elev8 Pentingnya Memahami Putusan MA Terkait Gibran, Sekjen Projo Ingatkan Publik Kemenlu Mengonfirmasi Tewasnya WNI yang Bergabung dengan Militer Rusia di Ukraina Kolaborasi ITERA dan BRIN untuk Menyesuaikan Kurikulum dengan Permintaan Industri Pertambangan Nasib Jabatan Wakil Presiden Gibran Usai Vonis MA, Mahfud MD Berikan Penjelasan Banjir Melanda Dua Desa di Aceh Selatan, Ratusan Warga Dievakuasi HUT ke-27 GRANAT: Togar Sianipar Serukan Penguatan P4GN untuk Melindungi Generasi Muda BRI Resmikan Posyandu Lili dan Kebun Pangan Perempuan di Sleman Tanggapan Politisi PSI Terhadap Kritikan Akbar Faizal kepada Jokowi Menhut Temukan Pelanggaran Kehutanan di Kalimantan Tengah, Segel Kayu dan Alat Berat Dampak Spread terhadap Aktivitas Trading: Analisis dari Elev8 Pentingnya Memahami Putusan MA Terkait Gibran, Sekjen Projo Ingatkan Publik Kemenlu Mengonfirmasi Tewasnya WNI yang Bergabung dengan Militer Rusia di Ukraina Kolaborasi ITERA dan BRIN untuk Menyesuaikan Kurikulum dengan Permintaan Industri Pertambangan
Ekonomi

--- Kemenhub Pastikan KM Virgo Memenuhi Standar Keselamatan dan Kelayakan ---

--- Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa KM Virgo Transport yang terbalik di Laut Jawa telah memenuhi standar kelayakan dan keselamatan. Hal ini berdasarkan evaluasi dari Kemenhub dan Biro Klasifi...

Bima Candrakumara 14 September 2026 57 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kondisi standar kelayakan dan keselamatan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. (Foto: Arsip TNI AL)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkap kondisi standar kelayakan dan keselamatan KM Virgo Transport 8 yang terbalik di Laut Jawa. (Foto: Arsip TNI AL)
---TITLEEXCERPT--- Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa KM Virgo Transport yang terbalik di Laut Jawa telah memenuhi standar kelayakan dan keselamatan. Hal ini berdasarkan evaluasi dari Kemenhub dan Biro Klasifikasi Indonesia. ---CONTENT---

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa KM Virgo Transport yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa memenuhi semua standar kelayakan dan keselamatan. Hal ini disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kemenhub yang menyatakan bahwa evaluasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kapal tersebut telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Direktur Jenderal Hubla Kemenhub, Muhammad Masyhud, menjelaskan bahwa penilaian ini dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku, baik dari pihak Kemenhub maupun Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). BKI sendiri berperan sebagai lembaga yang memeriksa kelayakan teknis kapal untuk memastikan bahwa armada yang beroperasi memenuhi standar keselamatan dan teknis yang diperlukan.

Kesaksian Penumpang KM Virgo

Di tengah peristiwa ini, sejumlah kesaksian dari penumpang yang pernah menaiki KM Virgo Transport 8 mulai bermunculan di media sosial. Salah satu penumpang yang mengaku berlayar dengan kapal tersebut minggu lalu melaporkan bahwa ia sempat membuka dua lemari pelampung, namun menemukan semuanya kosong. Selain itu, ia juga mengecek jumlah sekoci yang tersedia dan menemukan hanya ada dua buah dengan kapasitas untuk 20 penumpang, padahal jumlah awak kapal mencapai sekitar 114 orang, ditambah 240 penumpang.

Penumpang tersebut juga berbagi informasi yang didapat dari seorang anggota awak kapal, yang menyatakan bahwa kapal itu baru beroperasi selama dua bulan setelah dibeli dalam kondisi bekas dari Jepang.

Detail Kecelakaan dan Proses Evakuasi

KM Virgo Transport 8 terbalik di perairan Laut Jawa pada pukul 02.00 Wita, Minggu (13/9), saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal tersebut mengangkut total 243 orang, yang terdiri dari awak kapal dan penumpang.

Hingga saat ini, Basarnas telah mengonfirmasi bahwa 114 korban berhasil ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan enam orang dinyatakan meninggal dunia. Masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di kapal tersebut. Dari 114 korban yang telah ditemukan, 86 di antaranya sudah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, yang terdiri dari 85 orang selamat dan satu orang dalam keadaan meninggal dunia.

Artikel Terkait