Tim Liputan6.com melakukan penelusuran lebih dalam mengenai seorang pengamen yang viral di Depok dengan mengunjungi kediamannya di Kabupaten Bogor. Video yang beredar di media sosial menunjukkan Siti Uswattun Khasanah (26) dan kedua anaknya yang beraksi mengamen di sebuah tempat makan di Jalan Raya Cipayung, Depok.
Rumah Siti yang berukuran 10 x 4 meter terletak di Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor, menjadi tempat tinggalnya bersama suami, Ardiansyah, dan ketiga anaknya. Dalam kesempatan tersebut, Siti mengungkapkan bahwa ia telah mengamen selama beberapa tahun. “Dahulunya saya ngamen badut, sekarang musisi jalanan,” ujarnya pada Senin (22/6/2026).
Kehidupan yang Penuh Tantangan
Siti menjelaskan bahwa ia terpaksa mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya setelah suaminya mengalami sakit akibat kecelakaan. “Suami saya sakit, dulu suami bekerja di online shop dan hingga sekarang belum dapat bekerja kembali dengan normal,” tambahnya.
Setiap malam, Siti menyiapkan gitar dan menunggu kedatangan anak pertamanya, Novi, yang masih duduk di bangku kelas V SD. Setelah pulang sekolah, Siti bersama Novi dan adik mereka yang berusia dua tahun, langsung berkeliling untuk mengamen. “Suami saya juga sempat ikut ngamen juga untuk memenuhi kebutuhan hidup kami,” ucap Siti.
Dalam menjalani aktivitas mengamen, Siti harus membagi waktu agar tidak mengganggu Novi yang harus bersekolah. Novi sering menemani Siti mengamen sambil menggendong adiknya, Arfina Agustin. “Dia (Novi) minta ikut, mungkin daripada di rumah kali,” jelas Siti.
Harapan di Tengah Kesulitan
Siti dan keluarganya mengalami suka dan duka sebagai musisi jalanan, berusaha keras demi mendapatkan rezeki yang halal. Dengan gitar di tangan, Siti dan anak-anaknya menyanyikan berbagai lagu dengan penuh semangat. “Anak-anak senang karena bisa bantu orang tuanya, ga ngeluh sih,” kata Siti.
Setiap harinya, Siti dan suaminya mampu meraih penghasilan sekitar Rp 100 ribu dari mengamen. Uang tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak-anaknya. Siti juga menyebutkan bahwa Novi, anak pertamanya, memiliki prestasi akademik yang baik dan selalu masuk dalam 10 besar nilai di sekolah. “Novi selalu masuk dalam 10 besar nilai di sekolahnya,” ungkap Siti.
Meskipun kondisi ekonomi mereka belum stabil, Siti memiliki harapan untuk berhenti mengamen suatu saat nanti. Ia bercita-cita untuk memiliki usaha sendiri agar anak-anaknya bisa fokus pada pendidikan. “Pengennya punya usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata Siti.
Sementara itu, Novi merasa bahagia bisa membantu orang tuanya sebagai musisi jalanan. Ia tidak pernah mengeluh meskipun harus menggendong adiknya saat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. “Novi ikhlas bantu mama ngamen, kalau jalannya pakai ikhlas, ngak bakal capek,” tutur Novi.
Walaupun masih muda, pemikiran Novi menunjukkan kedewasaan. Ia bertekad untuk membahagiakan kedua orang tuanya meskipun harus melalui jalan yang sulit. “Cita-citaku cuma pengen bahagiain bunda sama ayah doang,” pungkas Novi.