Update
Politik

Klarifikasi Soal Anggaran Rp250 Ribu untuk Penyambutan Jokowi di NTT

Ketua Umum Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO), Fritz Alor Boy, menegaskan bahwa informasi mengenai anggaran Rp250 ribu per orang untuk menjemput Presiden Jokowi di Nusa Tenggara Timur adalah tidak benar.

Aruna Sasmita 30 July 2026 26 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada awak media di Bandara Internasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Foto: BPMI Setpres
Presiden Jokowi memberikan keterangan kepada awak media di Bandara Internasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Foto: BPMI Setpres

Ketua Umum Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO), Fritz Alor Boy, menanggapi isu yang beredar mengenai anggaran sebesar Rp250 ribu per orang untuk menyambut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), saat kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan berasal dari akun palsu yang bertujuan untuk menyesatkan masyarakat.

Fritz mengungkapkan bahwa ia telah melihat unggahan yang menjadi sorotan dan memastikan bahwa informasi tersebut tidak berasal dari panitia atau relawan Jokowi. "Apakah Anda sudah membaca informasi yang dibagikan oleh akun palsu peserta anonim, itu nama akun," ujarnya. Ia juga menyoroti isi unggahan yang menyebutkan adanya anggaran untuk peserta penyambutan. "Teman-teman, semua untuk menjemput Jokowi, ada anggaran sedikit yang disediakan agar acaranya meriah," tambahnya.

Tegaskan Informasi Hoaks

Fritz menjelaskan bahwa nomor telepon yang tertera dalam unggahan tersebut adalah milik timnya yang sebelumnya terlibat sebagai panitia saat bertemu Jokowi di Solo. Namun, ia menegaskan bahwa narasi mengenai pemberian uang kepada peserta tidak pernah disampaikan oleh pihaknya. "Kami dari RJ2, Rumah Juang 2 Jakarta, karena nomor HP ini adalah nomor HP tim kami," jelasnya. Ia menilai bahwa isu ini dimunculkan oleh pihak-pihak yang tidak ingin Jokowi berkunjung ke NTT.

Fritz menambahkan, "Orang-orang ini panik sehingga memainkan narasi bahwa ada anggaran sedikit. Sejak kapan panitia memberitakan informasi seperti itu?" Ia menegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan menyesatkan. "Informasi ini adalah informasi hoaks, informasi yang tidak benar, yang dibuat oleh orang-orang yang panik," ujarnya.

Pihak yang Tidak Mendukung Jokowi

Fritz menduga bahwa narasi tersebut berasal dari individu atau kelompok yang tidak menyukai Jokowi, meskipun ia tidak mengetahui secara spesifik siapa mereka. "Orang-orang yang tidak suka dengan Pak Jokowi, saya tidak tahu dari partai apa, apakah ada oknum-oknum tertentu atau dari organisasi apa," ungkapnya. Ia kembali menegaskan bahwa tidak ada penyampaian mengenai pemberian uang kepada masyarakat dalam acara tersebut.

Fritz menekankan bahwa mereka yang bertemu Jokowi tidak pernah menyatakan hal tersebut. "Kami hanya membagikan informasi bahwa masyarakat diundang untuk hadir pada acara kunjungan Pak Jokowi ke NTT. Tidak ada nilai nominal di situ," tegasnya. Ia juga mengingatkan agar pihak yang menyebarkan informasi tersebut berhati-hati karena dapat berujung pada tindakan hukum. "Tapi hati-hati, jangan Anda bermain api dengan kami. Kami bisa melaporkan Anda," tandasnya.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa relawan Jokowi memilih untuk tidak terpancing emosi. "Kami relawan Pak Jokowi tidak baper, tidak pemarah, selalu memaafkan kalian karena Pak Jokowi mengajarkan seperti itu," tutupnya.

Artikel Terkait