JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada seluruh unsur, termasuk TNI, Polri, BNPB, dan masyarakat, untuk bersama-sama melindungi zona inti IKN dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini sedang ditangani di Bukit Tengkorak. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat melakukan pemantauan langsung penanganan karhutla di lokasi tersebut, didampingi oleh Kepala BNPB Suharyanto dan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.
"Seperti yang diperintahkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto, bahwa kami semua, TNI, Polri, BNPB, Kemenhut, OIKN, masyarakat, pemda, semua bahu-membahu agar jangan sampai api sampai ke zona inti OIKN," ungkapnya.
Upaya Terpadu dalam Penanganan Karhutla
Pemantauan langsung tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan penanganan karhutla berlangsung secara terintegrasi, serta menjaga kawasan IKN dari kemungkinan penyebaran api. Otorita IKN sebelumnya telah memperkuat pengendalian karhutla dengan membentuk satuan reaksi cepat yang melibatkan berbagai pihak dan membagi wilayah penanganan menjadi tujuh klaster.
Penanganan karhutla dilakukan melalui berbagai langkah yang dilakukan secara bersamaan. Menhut Raja Antoni menjelaskan bahwa operasi water bombing atau pemadaman dari udara terus dilaksanakan, sementara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan untuk mendukung penanganan karhutla.
Kolaborasi dalam Pemadaman Kebakaran
Pemadaman dari darat melibatkan TNI-Polri, Manggala Agni Kemenhut, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), OIKN, serta perusahaan-perusahaan terkait. "Usaha untuk water bombing terus berjalan, hari ini nanti disampaikan oleh Pak Kepala BNPB, usaha untuk operasi modifikasi cuaca juga berjalan. Demikian juga dengan pemadaman darat oleh TNI Polri, Manggala Agni Kemenhut, KPH, OIKN sendiri, perusahaan juga terlibat," tambah Menhut.
Ia juga menekankan bahwa perhatian pemerintah terhadap karhutla di Kalimantan Timur mencakup beberapa wilayah lain yang masih memiliki titik panas (hotspot) tinggi, dengan fokus khusus pada daerah Berau, Paser, dan Kutai Kartanegara. Pemerintah memastikan bahwa upaya pemadaman terus dilakukan di Kalimantan Timur dan sekitar IKN untuk memastikan karhutla dapat berhasil dipadamkan.