Update
News

Peningkatan Patroli Malam oleh PT SHJ untuk Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan

PT Surya Hutani Jaya (SHJ) memperkuat upaya deteksi dini kebakaran hutan dan lahan dengan meningkatkan patroli malam dan menyiagakan Regu Pemadam Kebakaran selama 24 jam.

Arya Yudhistira 15 September 2026 1 pembaca jpnn.com jpnn.com
Deteksi Dini Kebakaran, PT SHJ Terapkan Patroli Malam dan Sistem Mandah
Deteksi Dini Kebakaran, PT SHJ Terapkan Patroli Malam dan Sistem Mandah

PT Surya Hutani Jaya (SHJ) telah meningkatkan patroli malam di beberapa area yang rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Untuk memperkuat deteksi dini serta mempercepat penanganan jika terjadi indikasi kebakaran, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) juga ditempatkan di lapangan selama 24 jam.

Patroli malam telah dilaksanakan secara rutin sejak Agustus 2026. Di lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, personel RPK menerapkan sistem mandah dengan tinggal sementara di tenda yang didirikan di sekitar kawasan yang dipantau.

Peningkatan Respons terhadap Kebakaran

Kepala Departemen Manajemen Operasi Kebakaran PT Surya Hutani Jaya, Muhamad Yulinarto, menjelaskan bahwa penempatan personel di lapangan bertujuan untuk memperpendek waktu respons jika ditemukan titik api atau indikasi kebakaran. “Di wilayah PT SHJ yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, tim RPK melakukan mandah atau tinggal di tenda dan bersiaga selama 24 jam. Selama Agustus, kegiatan ini dilakukan satu bulan penuh di area-area yang kami identifikasi rawan,” ungkap Yulinarto dalam keterangan resminya.

Yulinarto menambahkan bahwa pemantauan tetap dilakukan pada malam hari. Personel memanfaatkan lokasi yang lebih tinggi untuk mengawasi wilayah dengan jangkauan yang lebih luas. “Setiap malam tim melakukan patroli. Dari dataran yang lebih tinggi, personel melakukan pengamatan untuk memastikan tidak ada api yang menyala. Dalam kondisi malam, keberadaan cahaya atau api juga lebih mudah terlihat sehingga apabila ada indikasi kebakaran dapat segera dilakukan pengecekan,” jelasnya.

Strategi Pencegahan Kebakaran

Yulinarto menekankan bahwa pola pengawasan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendeteksi kebakaran sedini mungkin. Keberadaan personel di dekat kawasan rawan dinilai dapat mempercepat pengecekan dan penanganan awal sebelum api berkembang. Ia juga menyatakan bahwa patroli selama 24 jam memerlukan kedisiplinan dari personel karena pengawasan harus dilakukan secara konsisten, termasuk di malam hari.

“Pencegahan menjadi sangat penting. Jangan sampai kita baru bergerak ketika api sudah membesar. Karena itu, personel harus terus melakukan pengawasan terhadap kondisi lapangan dan segera merespons apabila menemukan indikasi titik api,” tambahnya.

Pimpinan PT Surya Hutani Jaya, Rudi Sasgo, menyatakan bahwa peningkatan patroli dilakukan menyusul tingginya risiko kebakaran saat cuaca lebih kering. “Upaya terbaik dalam menghadapi karhutla adalah mencegahnya sejak awal. Penempatan personel selama 24 jam dan patroli setiap malam merupakan bagian dari kesiapsiagaan tersebut,” kata Rudi.

Ia juga menekankan bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya berkaitan dengan perlindungan terhadap wilayah operasional perusahaan, tetapi juga terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar. “Kebakaran tidak mengenal batas wilayah. Karena itu, kewaspadaan dan pencegahan harus dilakukan secara konsisten. Kami terus mendorong tim di lapangan untuk mengutamakan deteksi dini, kesiapan personel, dan respons cepat agar potensi kebakaran dapat dikendalikan sebelum berkembang lebih luas,” ujarnya.

Selain patroli malam, koordinasi antarpersonel di lapangan juga dilakukan untuk memastikan setiap informasi mengenai indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti. PT SHJ juga melakukan pemantauan kondisi lapangan, menyiagakan Regu Pemadam Kebakaran, serta memberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Artikel Terkait