Update
Ekonomi

Pertemuan Prabowo dan Amran: Strategi Menghadapi Dampak El Nino pada Pertanian

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas langkah-langkah mitigasi terhadap dampak El Nino pada sektor pertanian. Dalam pertemuan tersebut, Amran me...

Dewa Raka 29 July 2026 3 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Mentan Andi Amran Sulaiman bertemu Prabowo untuk antisipasi dampak El Nino. Stok pangan aman, pemerintah siapkan mitigasi kekeringan. (FOTO:ANTARA/GALIH PRADIPTA).
Mentan Andi Amran Sulaiman bertemu Prabowo untuk antisipasi dampak El Nino. Stok pangan aman, pemerintah siapkan mitigasi kekeringan. (FOTO:ANTARA/GALIH PRADIPTA).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto untuk mendiskusikan langkah-langkah antisipasi terhadap dampak fenomena El Nino di sektor pertanian. Amran menyampaikan bahwa kondisi stok pangan nasional saat ini masih terjaga dengan baik.

Usai pertemuan yang berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/7), Amran menjelaskan, "Insya Allah, antisipasi kekeringan, bagaimana pangan, kami laporkan pangan kita aman." Ia menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan yang mungkin terjadi.

Arah Kebijakan Mitigasi Kekeringan

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan instruksi agar pemerintah mempercepat langkah-langkah mitigasi di daerah-daerah yang mulai mengalami kekeringan. Amran menjelaskan bahwa upaya tersebut mencakup pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, serta berbagai langkah lain untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian. "Arahan Bapak Presiden (Prabowo), tolong diantisipasi terutama daerah yang kering supaya pompanisasi kita jalankan, irigasi diperbaiki dan seterusnya," ujarnya.

Amran juga menginformasikan bahwa pemerintah telah memetakan sekitar 35 ribu hektare lahan pertanian yang terdampak oleh kekeringan akibat El Nino. Meskipun demikian, ia menilai luas lahan yang terdampak masih relatif kecil dan diyakini tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional.

Stok Pangan dan Cadangan Beras

Amran menambahkan bahwa pemerintah masih memiliki cadangan pangan yang berasal dari tanaman padi yang sedang tumbuh, stok beras di sektor perhotelan, restoran, dan katering, serta cadangan beras yang dikelola oleh Perum Bulog. "Itu (sawah yang terdampak El Nino) 35 ribu (hektare). Insyaallah kita bisa atasi karena apa? Standing crop, stok kita di horeka dan standing crop, ditambah (stok di gudang) Bulog itu totalnya 26 juta ton. Itu setara 10 bulan," jelasnya.

Dengan total cadangan tersebut, Amran memperkirakan pasokan pangan akan mencukupi hingga sekitar 10 bulan ke depan, melewati periode panen raya yang biasanya berlangsung pada bulan Maret tahun depan. Ia juga memastikan bahwa stok beras pemerintah saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan saat Indonesia menghadapi El Nino pada tahun 2023. "Aman, (stok cadangan kita tahun ini) aman. Stok kita dulu 2023 kalau tidak salah itu 1 juta (ton) stok kita, bahkan pernah 500 ribu (ton) stok kita di gudang. Sekarang 5 juta (ton). Jadi insya Allah," tuturnya.

Fenomena El Nino diperkirakan akan semakin menguat dalam beberapa bulan mendatang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa indikator iklim menunjukkan El Nino berkekuatan kuat dan berpotensi terus menguat tahun ini. Hal ini diperkirakan dapat mengurangi curah hujan di beberapa wilayah, sehingga meningkatkan risiko kekeringan.

Sementara itu, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Amerika Serikat memperkirakan bahwa El Nino akan berlanjut hingga awal tahun 2027. Sejumlah pakar juga memprediksi bahwa fenomena tahun ini berpotensi masuk dalam kategori Super El Nino, yang dapat memberikan dampak lebih besar terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. BMKG mengingatkan bahwa El Nino dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas pertanian, dan meningkatkan potensi gagal panen akibat defisit air.

Artikel Terkait