Pemerintah telah merencanakan rehabilitasi untuk 22 sekolah pada tahun 2026, namun saat ini hanya tujuh sekolah yang telah mendapatkan anggaran yang diperlukan. Hal ini dijelaskan oleh Pramono, yang mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut.
Alokasi Anggaran yang Terbatas
Pramono menyatakan bahwa tidak semua sekolah yang mengalami kerusakan dapat langsung direnovasi karena keterbatasan anggaran. Proses perencanaan dan penganggaran harus dilakukan secara hati-hati agar dana yang tersedia dapat digunakan secara efektif.
Pentingnya Prioritas dalam Renovasi
Dalam penjelasannya, Pramono menekankan pentingnya menentukan prioritas dalam memilih sekolah yang akan direnovasi. Dengan demikian, sekolah-sekolah yang paling membutuhkan perhatian dapat segera mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Keputusan ini diambil untuk memastikan bahwa sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga proses rehabilitasi dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.