Update
Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati Tindakan Tegas KLH: 50 Perusahaan Disegel Akibat Kebakaran Lahan Tim SAR Balikpapan Dikerahkan untuk Mencari Penumpang KM Virgo Transport 8 Inovasi Mahasiswa UI: Sistem Pendingin Ruangan Ramah Lingkungan Menggunakan Energi Tanah dan Matahari Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Menurun Hari Ini Pilihan Cawapres Prabowo 2029: Tokoh Nonpartai dan Kader Gerindra Jadi Pertimbangan MTQ Nasional di Semarang: Momen Memperkuat Persatuan dan Kedamaian Memperkuat Kerja Sama, UGM dan Selandia Baru Jalin Riset Strategis serta Pertukaran Mahasiswa Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan Lebih Tinggi Pertamina Terapkan Kebijakan Ganjil Genap di SPBU Sulawesi Selatan untuk Atasi Antrean Analisis Akademisi: Gibran Terpilih Jadi Wapres Berkat Sikap Megawati Tindakan Tegas KLH: 50 Perusahaan Disegel Akibat Kebakaran Lahan Tim SAR Balikpapan Dikerahkan untuk Mencari Penumpang KM Virgo Transport 8 Inovasi Mahasiswa UI: Sistem Pendingin Ruangan Ramah Lingkungan Menggunakan Energi Tanah dan Matahari Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Menurun Hari Ini Pilihan Cawapres Prabowo 2029: Tokoh Nonpartai dan Kader Gerindra Jadi Pertimbangan MTQ Nasional di Semarang: Momen Memperkuat Persatuan dan Kedamaian Memperkuat Kerja Sama, UGM dan Selandia Baru Jalin Riset Strategis serta Pertukaran Mahasiswa Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Mendorong UMKM Menuju Kesuksesan Lebih Tinggi
Politik

Golkar Memilih Antara Prabowo dan Jokowi: Analisis Menuju Pilpres 2029

Partai Golkar mulai menunjukkan arah koalisinya menjelang Pemilihan Presiden 2029, dengan prediksi bahwa mereka akan mendukung Prabowo Subianto. Pengamat politik menilai bahwa Golkar menghadapi tantan...

Lare Ayu 13 September 2026 15 pembaca fajar.co.id fajar.co.id
Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia
Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia

Arah koalisi Partai Golkar dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai terlihat. Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), memprediksi bahwa Golkar kemungkinan besar akan tetap berada di dalam pemerintahan dan mendukung Presiden Prabowo Subianto. Dedi menilai bahwa saat ini Golkar tidak memiliki figur yang cukup kuat untuk diusulkan sebagai calon presiden secara independen pada Pilpres mendatang. Bahkan, untuk mengusulkan kader sebagai calon wakil presiden, Golkar masih menghadapi berbagai tantangan.

“Peluang terbesarnya akan membersamai Prabowo, bahkan untuk mendorong Cawapres 2029 sekali pun Golkar sepertinya kesulitan,” ungkap Dedi pada Minggu (13/9/2026). Ia menambahkan bahwa kecenderungan ini tidak terlepas dari karakter politik Golkar selama dua dekade terakhir yang cenderung konsisten berada di dalam pemerintahan. Oleh karena itu, kemungkinan Golkar untuk bergabung dengan poros politik yang dibangun oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), secara terpisah dari Prabowo dianggap kecil. “Kecil kemungkinan mungkin berpihak ke Jokowi, kecuali Jokowi masih mendukung Prabowo. Maka secara bersama Golkar berada di barisan yang sama dengan Jokowi, tentu bukan faktor Jokowi melainkan faktor Prabowo,” jelasnya.

Prabowo dan Gerindra Sebagai Poros Utama

Dedi juga memperkirakan bahwa peta politik menuju Pilpres 2029 akan tetap menempatkan Prabowo dan Partai Gerindra sebagai salah satu poros utama. Ia menyatakan bahwa jika muncul poros alternatif, Partai Demokrat berpotensi menjadi salah satu kekuatan yang memimpin. Namun, ia menegaskan bahwa konfigurasi ini bisa berubah seiring dengan dinamika partai politik dan munculnya kandidat-kandidat baru menjelang Pemilu 2029. Salah satu faktor penting yang diperhatikan adalah nasib Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pemilu 2029.

Dedi menyebutkan bahwa peluang terbentuknya poros politik yang berkaitan dengan Jokowi akan semakin terbuka jika PSI berhasil melewati ambang batas parlemen dan mendapatkan kursi di DPR. “Jika PSI lolos parlemen, poros Jokowi bisa saja muncul untuk pilpres, tetapi selama PSI masih di bawah ambang batas parlemen, maka Jokowi tidak akan banyak lakukan manuver,” tuturnya.

Jokowi dan Target Besar PSI

Di tengah spekulasi mengenai peta politik menjelang 2029, Jokowi yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, telah menyatakan bahwa partainya memiliki target besar untuk Pemilu 2029. Ia menjelaskan bahwa target PSI tidak hanya terbatas pada upaya untuk masuk ke parlemen atau Senayan. Namun, Jokowi memilih untuk tidak mengungkapkan secara rinci target lain yang ingin dicapai oleh partainya. “Target kita bukan hanya target masuk Senayan. Tapi ada target besar yang ingin kita capai. Tapi nggak usah disampaikan di sini,” kata Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang, pada Jumat (31/7/2026).

Menurut Jokowi, PSI telah melakukan kalkulasi untuk dapat lolos ke parlemen pada Pemilu 2029. Ia juga menekankan pentingnya pembangunan struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Bagi Jokowi, kekuatan PSI tidak hanya ditentukan oleh jumlah kursi yang diperoleh di DPR. “Kalau masuk Senayan, tetapi kalau targetkan yang saya sampaikan dari DPRD, sampai ke desanya terbentuk inilah kekuatan besar Partai Gajah,” imbuhnya.

Pernyataan Jokowi mengenai target besar PSI muncul di tengah spekulasi tentang kemungkinan terbentuknya poros politik baru menjelang Pilpres 2029. Meskipun demikian, konfigurasi koalisi dan kandidat untuk Pilpres 2029 masih sangat terbuka. Dukungan Golkar, posisi PSI, serta arah politik Prabowo dan Jokowi menjadi beberapa faktor yang diperkirakan akan menentukan terbentuknya poros kekuatan dalam kontestasi tersebut.

Artikel Terkait