Aktivis Tifauzia Tyassuma, yang akrab disapa Dokter Tifa, kembali mengungkapkan ramalannya mengenai calon yang berpotensi menjadi Presiden Republik Indonesia untuk periode 2029-2034. Dalam pernyataannya, Dokter Tifa menyoroti Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai sosok yang ia yakini akan menduduki jabatan tersebut. Ia mengaku telah menyampaikan prediksi serupa sejak tahun 2022.
"Presiden RI 2029-2034 Agus Harimurti Yudhoyono," tulis Dokter Tifa melalui akun X pribadinya pada Minggu (13/9/2026). Ia kemudian menegaskan kembali prediksinya dengan menyebut bahwa analisisnya didasarkan pada pendekatan matematika, probabilitas Bayesian, serta metafisika profetik. "Presiden RI 2029-2034. Berdasarkan prediksi matematika, probabilitas Bayesian, dan metafisika profetik, adalah: Agus Harimurti Yudhoyono," ujarnya.
Pesan untuk AHY
Dokter Tifa juga menyampaikan beberapa pesan kepada AHY jika ia terpilih sebagai pemimpin nasional. Ia mendorong AHY untuk mempelajari sejarah Nusantara secara mendalam, memperkuat kedekatan spiritual, serta menjalankan ajaran agama dengan konsisten. Selain itu, ia mengaitkan ramalannya dengan kondisi geopolitik global, yang diprediksi akan menghadapi perluasan konflik yang ia sebut sebagai Perang Dunia III. Menurutnya, konflik ini diprediksi akan mencapai puncaknya antara tahun 2029 hingga 2037, dengan kawasan Indo-Pasifik sebagai pusatnya. Oleh karena itu, Dokter Tifa menyarankan agar AHY mendapatkan dukungan dari kalangan yang ia sebut sebagai "Dewan Jendral," baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dinamika Pilpres 2029
Meski demikian, konfigurasi pemilihan presiden 2029 masih sangat dinamis. Pengamat politik Hendri Satrio berpendapat bahwa peta persaingan menuju Pilpres 2029 belum final. Ia menilai Gibran Rakabuming Raka tetap memiliki potensi untuk menjadi salah satu calon presiden. Namun, ia juga melihat kemungkinan lain, termasuk skenario di mana Presiden Prabowo Subianto berpasangan dengan AHY. AHY dianggap memiliki modal politik yang kuat untuk terlibat dalam pembicaraan mengenai kandidat calon presiden maupun wakil presiden.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, juga menilai AHY sebagai salah satu tokoh yang dapat berpartisipasi dalam Pilpres 2029. Ia menyatakan bahwa salah satu kemungkinan adalah AHY didorong untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo. Dalam skenario ini, keberadaan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dapat memengaruhi konfigurasi politik, terutama jika Jokowi mendorong putranya, Gibran, untuk menjadi pasangan Prabowo pada Pilpres 2029, jika elektabilitas Gibran dinilai kuat.
Ray menambahkan, "Bahasa moral soal kekuasaan bukan punya seseorang dan bukan selamanya dari AHY tentu ada kaitan dengan kontestasi menuju 2029." Dengan demikian, nama AHY kini berada dalam berbagai skenario politik menjelang 2029. Namun, apakah ia akan maju sebagai calon presiden, calon wakil presiden, atau berada dalam konfigurasi politik lainnya, masih tergantung pada perkembangan koalisi dan dinamika politik di tahun-tahun mendatang.