Htet Htet Hlaing, seorang mahasiswa asal Myanmar, kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala (USK) di Aceh, Indonesia. Pengalaman yang dijalaninya selama studi di luar negeri ini membawanya kepada banyak kesempatan untuk mendapatkan ilmu dan berbagi budaya.
Berusia 22 tahun, Htet Htet menjelaskan bahwa ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia karena ketertarikan terhadap budaya yang beragam. "Saya ingin mendapatkan pengalaman baru dan belajar di lingkungan yang berbeda," ujarnya. Dengan semangat tersebut, ia memilih USK sebagai tempat untuk meraih gelar pendidikan tinggi dalam bidang yang diminatinya.
Pendidikan di USK memberikan banyak pengalaman positif bagi Htet Htet. Selama belajar di sana, ia merasa sangat diterima oleh komunitas kampus dan memperoleh banyak teman dari berbagai latar belakang. "Saya merasa terhubung dengan teman-teman internasional saya dan belajar banyak dari perbedaan budaya kami," tambahnya. Htet Htet juga menyebutkan bahwa dosen di USK sangat mendukung dan memberikan bimbingan yang diperlukan untuk membantu mahasiswanya berkembang.
Selain itu, Htet Htet aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kampus dan organisasi kemahasiswaan. Menurutnya, keterlibatan dalam kegiatan tersebut sangat penting, tidak hanya untuk mengasah kemampuan diri tetapi juga untuk memperluas jaringan relasi. "Bergabung dengan organisasi membuat saya lebih percaya diri dan mengajarkan saya banyak hal tentang kepemimpinan dan kerja sama," jelasnya.
Dalam perjalanan studinya, Htet Htet menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam beradaptasi dengan bahasa dan sistem pendidikan yang berbeda. Namun, ia menganggap hal ini sebagai pengalaman berharga yang membentuk dirinya menjadi lebih matang. "Setiap tantangan adalah kesempatan untuk belajar dan tumbuh," tuturnya.
Harapan Htet Htet setelah menyelesaikan pendidikannya ialah untuk kembali ke Myanmar dan berkontribusi pada masyarakatnya. "Saya ingin menggunakan ilmu yang saya dapatkan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di negara saya," ucapnya dengan penuh harapan.
Secara keseluruhan, perjalanan Htet Htet Hlaing di Universitas Syiah Kuala tidak hanya membekalinya dengan pendidikan formal tetapi juga pengalaman berharga yang mempersiapkannya untuk masa depan. Dengan tekad dan semangat belajar yang kuat, ia berkomitmen untuk menjadi agen perubahan di negara asalnya. Pengalaman ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan lintas budaya dalam membangun jembatan pemahaman antarnegara.