Dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak banjir, mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) menjalin kerjasama dengan Polda Metro Jaya. Kolaborasi ini bertujuan untuk memfokuskan perhatian pada pemulihan mental korban banjir yang terjadi di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Banjir yang melanda wilayah tersebut mengakibatkan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda, sehingga dampak psikologis terhadap mereka tidak dapat diabaikan.
Banjir yang terjadi pada awal bulan lalu ini membawa dampak yang cukup besar bagi masyarakat setempat. Banyak rumah yang terendam, dan banyak keluarga yang harus mengungsi ke tempat penampungan. Menurut data yang diterima, lebih dari seribu jiwa harus berpindah tempat tinggal akibat bencana alam ini. Mahasiswa UNAIR yang terlibat dalam program ini menyadari bahwa kondisi psikologis para korban harus segera diperhatikan agar mereka bisa bangkit dan melanjutkan kehidupan.
“Kondisi mental warga sangat mempengaruhi proses pemulihan pasca bencana. Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan dukungan psikologis dan terapi bagi mereka yang mengalami trauma akibat banjir,” jelas salah satu mahasiswa yang terlibat, Andi. Tim dari UNAIR berencana untuk melakukan berbagai kegiatan, mulai dari psikoterapi, konseling kelompok, hingga pembelajaran tentang cara mengelola stres pasca bencana.
Polda Metro Jaya juga turut mendukung kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas dan tenaga ahli dalam bidang psikologi. “Kami merasa sangat penting untuk terlibat dalam upaya pemulihan masyarakat yang terdampak bencana. Kerjasama ini diharapkan dapat memfasilitasi mereka untuk lebih cepat pulih secara fisik maupun mental,” ungkap Kapolres Jakarta Utara dalam sebuah pernyataan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa solidaritas di antara masyarakat serta membangkitkan semangat untuk saling membantu dalam kondisi sulit.
Selain upaya pemulihan mental, mahasiswa UNAIR dan Polda Metro Jaya juga berencana untuk memberikan bantuan makanan dan kebutuhan dasar lainnya kepada para korban banjir. “Kami ingin memastikan bahwa tidak hanya kesehatan mental yang mereka perhatikan, tetapi juga kebutuhan fisik mereka tercukupi,” tambah Andi. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat Cilincing dalam waktu yang lama.
Melalui program sinergi ini, diharapkan tekanan yang dirasakan oleh korban banjir dapat berkurang, serta mereka bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik. Kegiatan ini bukan hanya sekedar aksi sosial, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, serta menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang bagaimana berkontribusi bagi masyarakat.
Kedepannya, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi institusi lain untuk ikut berperan dalam pemulihan masyarakat pasca bencana, serta meningkatkan kerjasama antara perguruan tinggi dan kepolisian dalam berbagai aspek sosial. Proyek ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat Cilincing yang saat ini masih berjuang untuk bangkit dari dampak bencana.