Update
Ekonomi

Kenaikan Gaji Peserta Magang Diprediksi Terjadi pada 2027

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa gaji peserta magang akan mengalami peningkatan pada tahun mendatang, mengikuti ketentuan Upah Minimum Regional. Pendaftaran program magang nasional j...

Yoga Samadhi 28 July 2026 1 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkap peluang uang saku atau gaji peserta magang naik tahun depan. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkap peluang uang saku atau gaji peserta magang naik tahun depan. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa ada kemungkinan uang saku atau gaji bagi peserta magang akan meningkat pada tahun depan. Kenaikan ini akan disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku di masing-masing daerah.

Yassierli menjelaskan bahwa peserta magang akan menerima upah sebanyak enam kali selama program yang berlangsung selama satu semester. Pembayaran gaji akan dilakukan melalui transfer langsung ke rekening peserta. "Jadi kalau anggaran yang di Jakarta uang sakunya Rp5,7 juta per bulan, dikali enam bulan, mungkin tahun depan naik lagi itu," kata Yassierli saat membuka Pameran Job Fair secara online di kantornya pada hari Selasa (28/7).

Kuota Magang Nasional Meningkat

Dia juga menyampaikan bahwa kuota untuk program magang nasional Angkatan II ditetapkan sebanyak 150 ribu peserta, yang merupakan peningkatan dari Angkatan I yang hanya berjumlah 100 ribu orang. Untuk angkatan kedua ini, akan dibuka tiga batch dengan masing-masing target 50 ribu peserta. Pendaftaran untuk batch pertama program magang nasional akan ditutup pada hari ini.

"Sekarang hari terakhir pendaftaran pemagangan untuk lulusan perguruan tinggi satu tahun terakhir. Posisi 50 ribu yang daftar sudah 300 ribu. Ini luar biasa, baru batch satu," jelasnya.

Dampak Positif Program Magang

Program ini dipandang akan menjadi agenda tahunan bagi pemerintah, mengingat dampak positif yang ditimbulkan. Pada Angkatan I, sebanyak 30 persen peserta magang berhasil mendapatkan pekerjaan tetap di perusahaan tempat mereka magang. "Alhamdulilah sudah selesai (angkatan I) dan 30 persen yang mereka magang di industri ditawari kerja di perusahaan tempat dia magang sebelum magangnya selesai," ungkap Yassierli.

Artikel Terkait