Update
Resmi Diterima Indonesia, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Diiringi Lagu Si Jali-Jali Kemarau Ekstrem Meluas di Pati, Status Tanggap Darurat Ditetapkan Dugaan Penyelewengan Anggaran Rp50 Miliar, Kejati Papua Barat Geledah Kantor Balai Gakkum KLHK OJK Cabut Aturan Batas Maksimal 3 Pinjol, Masyarakat Bebas Akses Pendanaan Banyak Platform Terseret Rumor Asmara dengan Andre Taulany, Dewi Gita Nonaktifkan Kolom Komentar Instagram --- Kucing Baru Leopardus tilcayo: Spesies Mirip Macan Tutul Kecil yang Menarik Perhatian --- Kolaborasi Bank bjb dan KAI Commuter Perkuat Ekosistem Digital Transportasi Publik Budi Arie Setiadi Menanggapi Isu Cawapres Gibran di Pemilu 2029 Anggaran Gaji PPPK Rp23 Triliun di APBN 2027: Berapa Banyak yang Dapat Dibiayai? Peluang Sekolah untuk Menolak Program Makan Bergizi Gratis Resmi Diterima Indonesia, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok Diiringi Lagu Si Jali-Jali Kemarau Ekstrem Meluas di Pati, Status Tanggap Darurat Ditetapkan Dugaan Penyelewengan Anggaran Rp50 Miliar, Kejati Papua Barat Geledah Kantor Balai Gakkum KLHK OJK Cabut Aturan Batas Maksimal 3 Pinjol, Masyarakat Bebas Akses Pendanaan Banyak Platform Terseret Rumor Asmara dengan Andre Taulany, Dewi Gita Nonaktifkan Kolom Komentar Instagram --- Kucing Baru Leopardus tilcayo: Spesies Mirip Macan Tutul Kecil yang Menarik Perhatian --- Kolaborasi Bank bjb dan KAI Commuter Perkuat Ekosistem Digital Transportasi Publik Budi Arie Setiadi Menanggapi Isu Cawapres Gibran di Pemilu 2029 Anggaran Gaji PPPK Rp23 Triliun di APBN 2027: Berapa Banyak yang Dapat Dibiayai? Peluang Sekolah untuk Menolak Program Makan Bergizi Gratis
News

Kemarau Ekstrem Meluas di Pati, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Aura Fela 18 September 2026 3 pembaca
Kekeringan ekstrem melanda Pati, berdampak pada 1.700 hektare sawah dan 40 desa hingga Pemkab menetapkan status tanggap darurat. (Foto: iNews).
Kekeringan ekstrem melanda Pati, berdampak pada 1.700 hektare sawah dan 40 desa hingga Pemkab menetapkan status tanggap darurat. (Foto: iNews).

Krisis Air Bersih dan Ancaman Gagal Panen

Dampak musim kemarau ekstrem yang menerjang Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kian meluas. Tercatat sedikitnya 1.700 hektare area persawahan beserta 40 desa di 10 kecamatan terdampak langsung, di mana warga lokal kini harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.


Kondisi gawat ini dipicu oleh mengeringnya aliran sungai serta sumur-sumur warga setempat. Akibatnya, para petani berada dalam bayang-bayang kegagalan panen lantaran pasokan air untuk irigasi lahan pertanian kian menipis. Tak hanya mengancam sektor pertanian, situasi ini juga memperberat kehidupan harian masyarakat. Warga di kawasan terdampak bahkan terpaksa berdesakan saat bantuan air bersih tiba, mengingat pengiriman pasokan belum bisa dilakukan setiap hari.


Pemkab Pati Naikkan Status dan Salurkan Bantuan

Merespons kondisi kekeringan yang kian parah, Pemerintah Kabupaten Pati memutus untuk menaikkan tingkat kedaruratan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat kekeringan. Keputusan ini diambil untuk mempercepat pergerakan penanganan dampak kekeringan di titik-titik lokasi terdampak.


"Pada pagi hari ini kami mengumpulkan Forkopimda Kabupaten Pati untuk untuk membahas status siaga darurat kekeringan menjadi tanggap darurat kekeringan karena sudah memenuhi syarat," ujar Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Jumat (18/9/2026).


Risma menambahkan bahwa Pemkab Pati terus mengupayakan pendistribusian bantuan air bersih bagi masyarakat yang tengah dilanda krisis air. Ia menegaskan, penetapan kenaikan status tersebut merupakan hasil pembahasan bersama yang akan segera ditindaklanjuti lewat penanganan konkret di lapangan.

Artikel Terkait