Update
Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh
Pendidikan

Pelatihan Komunikasi oleh Dosen UBSI Dukung Ibu-Ibu di Ciledug untuk Membangun Dialog Keluarga yang Konstruktif

Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengadakan pelatihan komunikasi bagi ibu-ibu di Ciledug untuk memperkuat kemampuan dialog solutif dalam keluarga.

Gyan Kusuma 14 April 2026 21 pembaca zcampus.indozone.id zcampus.indozone.id
Pelatihan Komunikasi oleh Dosen UBSI Dukung Ibu-Ibu di Ciledug untuk Membangun Dialog Keluarga yang Konstruktif
zcampus.indozone.id

Sejumlah ibu-ibu di Ciledug mengikuti pelatihan komunikasi yang diselenggarakan oleh dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, agar dapat membangun dialog yang konstruktif di lingkungan keluarga. Pelatihan ini merupakan upaya dalam menghadapi tantangan sosial yang kompleks saat ini.

Pelatihan ini menyasar pada lima elemen penting dalam komunikasi yang efektif, termasuk mendengarkan dengan baik, menyampaikan pendapat dengan jelas, serta menjalin hubungan yang harmonis. Dr. Rina, salah satu dosen UBSI yang terlibat dalam kegiatan ini, menjelaskan, “Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan keterampilan yang dibutuhkan ibu-ibu agar mampu berkomunikasi dengan baik dalam keluarga. Komunikasi yang baik adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin muncul.”

Partisipasi ibu-ibu dalam pelatihan ini juga memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Salah satu peserta, Ibu Siti, mengungkapkan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya belajar bagaimana cara berkomunikasi dengan anak-anak dan suami lebih efektif, sehingga tidak terjadi salah paham.” Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi permasalahan di keluarga serta meningkatkan kualitas interaksi antar anggota keluarga.

Pentingnya pelatihan ini juga terlihat dari tanggapan positif peserta lainnya. Ibu Maya menambahkan, “Sebelumnya, saya merasa kesulitan dalam menyampaikan pendapat. Namun, setelah mengikuti pelatihan, saya merasa lebih mampu untuk berdialog dan menciptakan suasana diskusi yang terbuka.” Pelatihan yang dilakukan UBSI ini berfokus pada metode pembelajaran interaktif, sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat.

Dengan pelatihan ini, UBSI tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam menyelesaikan masalah melalui komunikasi yang sehat. “Kami berharap, ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keluarga menjadi lebih harmonis,” ujar Dr. Rina menutup sesi pelatihan.

Secara keseluruhan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif di lingkungan keluarga dan menjadikan ibu-ibu sebagai penggerak perubahan dalam komunikasi keluarga yang lebih baik. Pelatihan yang berlangsung ini menjadi langkah awal menuju pembentukan komunitas yang lebih solid melalui peningkatan keterampilan berkomunikasi.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait