Update
Kalah 1-2 dari Persib Bandung, Kapten Melbourne Victory Jason Davidson Emosi Wapres AS Tuding Perang dengan Iran Jadi Penyebab Kekalahan Partai Republik di Pemilu Sela Jokowi Bawa Ijazah Asli, Siap Bersaksi di Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa Gunung Semeru Erupsi, Status Masih Siaga Liverpool Tumbang di Istanbul, Real Madrid Selamat Berkat Gol Dramatis Valverde Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Perkara Tudingan Ijazah Palsu Roy Suryo dan Dokter Tifa Hari Ini Israel Cemas Demokrat Kuasai Kongres AS, Bantuan Senjata dan Perang Iran Jadi Sorotan Betrand Peto Berpotensi Jadi Tersangka Kasus TPKS? Praktisi Hukum Ungkap Alasannya Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Kalah 1-2 dari Persib Bandung, Kapten Melbourne Victory Jason Davidson Emosi Wapres AS Tuding Perang dengan Iran Jadi Penyebab Kekalahan Partai Republik di Pemilu Sela Jokowi Bawa Ijazah Asli, Siap Bersaksi di Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa Gunung Semeru Erupsi, Status Masih Siaga Liverpool Tumbang di Istanbul, Real Madrid Selamat Berkat Gol Dramatis Valverde Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Perkara Tudingan Ijazah Palsu Roy Suryo dan Dokter Tifa Hari Ini Israel Cemas Demokrat Kuasai Kongres AS, Bantuan Senjata dan Perang Iran Jadi Sorotan Betrand Peto Berpotensi Jadi Tersangka Kasus TPKS? Praktisi Hukum Ungkap Alasannya Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas
News

Pentingnya Keselamatan Pelayaran Pasca Karamnya Kapal Virgo Transport 8

Persatuan Insinyur Indonesia menyampaikan duka cita atas insiden karamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa dan menekankan perlunya investigasi menyeluruh untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depa...

Rimba Amarta 22 September 2026 64 pembaca jpnn.com jpnn.com
Ahli dari Badan Keahlian Perkapalan PII Bicara soal Karamnya Kapal Virgo
Ahli dari Badan Keahlian Perkapalan PII Bicara soal Karamnya Kapal Virgo

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyatakan rasa duka cita yang mendalam atas kejadian karamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, yang terjadi pada 13 September 2026. PII berharap agar seluruh proses penanganan dan investigasi dilakukan secara menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab insiden tersebut, sekaligus sebagai pembelajaran agar kecelakaan serupa tidak terulang kembali.

Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menekankan bahwa pihaknya merasa terdorong untuk berkontribusi melalui perspektif keinsinyuran, terutama dalam aspek teknis keselamatan kapal. “PII melalui Badan Keahlian Perkapalan ingin memberikan penjelasan dari sisi keinsinyuran. Tentu penjelasan ini tidak dimaksudkan untuk mendahului hasil investigasi, tetapi menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman teknis kepada masyarakat dan mendorong perbaikan keselamatan pelayaran,” jelas Ilham.

Evaluasi Kecelakaan dan Penerapan Standar Keselamatan

PII menilai bahwa keselamatan pelayaran merupakan elemen krusial dalam praktik keinsinyuran yang harus didukung oleh penerapan standar, kompetensi profesional, pengawasan, serta pengelolaan risiko yang baik. Evaluasi terhadap setiap insiden kecelakaan sangat penting agar aspek teknis, operasional, dan kesiapan sumber daya manusia dapat terus ditingkatkan. “Setiap kecelakaan harus menjadi pembelajaran. Kita perlu memastikan bahwa prinsip-prinsip keselamatan, standar teknis, perencanaan pemuatan, stabilitas kapal dan kompetensi awak kapal benar-benar diterapkan dalam praktik,” tambah Ilham.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecelakaan Kapal

Samsuddin, seorang ahli dari Badan Keahlian Perkapalan PII yang juga menjabat sebagai Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan RI, menjelaskan bahwa sejumlah faktor teknis dapat mempengaruhi kecelakaan kapal, di samping kondisi cuaca. “Sambil menunggu hasil investigasi secara komprehensif, dari sisi teknik perkapalan, kapal dapat mengalami kondisi tenggelam atau terbalik antara lain apabila terjadi kebocoran atau pergeseran muatan yang menyebabkan pusat gravitasi (center of gravity) kapal bergeser,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa stabilitas kapal sangat terkait dengan posisi pusat gravitasi dan distribusi berat di dalam kapal. Kapal yang mengalami kemiringan masih dapat kembali ke posisi tegak selama kondisi stabilitasnya memungkinkan. “Selain kebocoran dan pergeseran muatan, faktor pemuatan juga sangat penting. Apabila massa atau berat kapal lebih banyak berada di bagian atas dibandingkan bagian bawah, kapal akan lebih mudah oleng ketika menghadapi gelombang dan dapat mengalami kesulitan untuk kembali tegak,” jelas Samsuddin.

Lebih lanjut, Samsuddin menekankan bahwa keselamatan pelayaran harus memperhatikan pengaturan muatan, kondisi stabilitas kapal, serta kesiapan kapal dan awak dalam menghadapi cuaca buruk. “Muatan harus diatur secara merata, dengan muatan yang paling berat ditempatkan pada posisi yang sesuai sehingga stabilitas kapal tetap terjaga. Apabila muatan kurang, pengisian air ballast dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan ketentuan stabilitas kapal,” tuturnya.

Dia juga menekankan pentingnya memastikan kapal tidak membawa muatan melebihi batas yang diperbolehkan, termasuk tidak melampaui batas garis lambung timbul (load line). Untuk kapal yang mengangkut kendaraan, seluruh kendaraan harus diamankan dengan sistem pengikatan (lashing) yang baik dan kuat. “Stowage plan atau perencanaan pemuatan harus dibuat dengan baik dan benar. Ini penting untuk memastikan distribusi berat dan posisi muatan tidak mengganggu stabilitas kapal. Di samping itu, keandalan dan kompetensi operator kapal atau awak kapal dalam menghadapi cuaca buruk juga menjadi faktor penting dalam keselamatan pelayaran,” tutup Samsuddin.

Artikel Terkait