Update
Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Perkara Tudingan Ijazah Palsu Roy Suryo dan Dokter Tifa Hari Ini Israel Cemas Demokrat Kuasai Kongres AS, Bantuan Senjata dan Perang Iran Jadi Sorotan Betrand Peto Berpotensi Jadi Tersangka Kasus TPKS? Praktisi Hukum Ungkap Alasannya Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Perkara Tudingan Ijazah Palsu Roy Suryo dan Dokter Tifa Hari Ini Israel Cemas Demokrat Kuasai Kongres AS, Bantuan Senjata dan Perang Iran Jadi Sorotan Betrand Peto Berpotensi Jadi Tersangka Kasus TPKS? Praktisi Hukum Ungkap Alasannya Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden
Politik

Israel Cemas Demokrat Kuasai Kongres AS, Bantuan Senjata dan Perang Iran Jadi Sorotan

Nasywa Fattari 05 November 2026 1 pembaca
Israel ketar-ketir dengan hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat yang memberikan kemenangan bagi Partai Demokrat dengan menguasai Kongres (Foto: AP)
Israel ketar-ketir dengan hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat yang memberikan kemenangan bagi Partai Demokrat dengan menguasai Kongres (Foto: AP)

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat (AS) yang berhasil merebut kendali DPR dan Senat memicu kekhawatiran di Israel. Sejumlah media Israel menilai perubahan peta politik di Washington tersebut dapat membawa dampak besar terhadap hubungan kedua negara, terutama menyangkut bantuan militer dan kebijakan terhadap Iran.

Kekalahan Partai Republik disebut menjadi pukulan bagi Presiden Donald Trump sekaligus Israel. Pasalnya, semakin banyak anggota parlemen Demokrat yang secara terbuka mengkritik kebijakan Israel, termasuk dukungan militer yang selama ini diberikan pemerintah AS.

Sejumlah media Israel bahkan menggambarkan kemenangan Demokrat sebagai “tsunami biru”. Istilah tersebut merujuk pada warna biru yang identik dengan Partai Demokrat dan besarnya perolehan suara mereka dalam pemilu.

Hasil pemilu tersebut juga memunculkan kekhawatiran mengenai arah hubungan AS-Israel selama dua tahun terakhir masa jabatan Trump.


Media Israel Soroti Kemenangan Demokrat dan Sikap Kritis terhadap Israel


Surat kabar Maariv menyoroti dampak kekalahan Partai Republik melalui tajuk berita di situs webnya yang berbunyi, “Trump bukan satu-satunya pihak yang kalah: Hasil pemilu menimbulkan kekhawatiran mendalam di Israel.”

Maariv menyebut kekalahan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu AS berpotensi membawa konsekuensi besar terhadap hubungan Washington dan Israel.

Salah satu perhatian utama media tersebut adalah kemenangan sejumlah kandidat Demokrat progresif yang menentang bantuan militer AS kepada Israel serta mengkritik kebijakan negara itu di Gaza.

Kemenangan para kandidat tersebut dinilai memperkuat kelompok di dalam Partai Demokrat yang menginginkan perubahan kebijakan AS terhadap Israel.

Maariv juga menyoroti kemenangan politisi Demokrat Troy Jackson di Negara Bagian Maine atas Senator Partai Republik Susan Collins. Collins selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung setia Israel.

Dalam kampanyenya, Jackson secara terbuka menyerukan penghentian bantuan militer AS kepada Israel.


Demokrat Kuasai DPR dan Senat, Trump Terancam Kehilangan Pengaruh


Kekhawatiran serupa turut disampaikan surat kabar Yedioth Ahronoth. Media tersebut menerbitkan artikel berjudul, “Kekalahan memalukan bagi Trump: Demokrat kuasai DPR dan Senat dalam ‘tsunami biru’ yang bersejarah.”

Yedioth Ahronoth menilai kemenangan Demokrat menjadi peristiwa penting karena partai tersebut berhasil merebut sejumlah kursi di wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai basis kuat Partai Republik.

Kondisi ini memberikan Demokrat kekuatan untuk membatasi kebijakan Trump selama dua tahun terakhir masa jabatannya.

Surat kabar tersebut juga memperingatkan bahwa pemerintahan Trump berpotensi menjadi “lame duck” atau pemerintahan yang kehilangan taji.

Istilah tersebut menggambarkan situasi ketika seorang presiden mengalami kesulitan menjalankan agenda politiknya, terutama dalam mengesahkan undang-undang atau mengambil keputusan penting karena pihak oposisi menguasai badan legislatif.

Dengan kendali Demokrat atas Kongres, sejumlah agenda pemerintahan Trump diperkirakan akan menghadapi hambatan yang lebih besar.


Kongres AS yang Dikuasai Demokrat Bisa Jadi Tantangan Baru bagi Israel


Sementara itu, surat kabar Hayom menilai kekalahan Trump dalam pemilu paruh waktu akan mengubah lanskap politik di Washington sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi Israel.

Menurut Hayom, kendali Demokrat atas kedua kamar Kongres mulai Januari mendatang memungkinkan partai tersebut menghalangi pengesahan undang-undang, menolak penunjukan pejabat tinggi, hingga meluncurkan penyelidikan terhadap pemerintahan Trump.

Perubahan tersebut dinilai dapat membuat Israel menghadapi Kongres yang lebih kritis terhadap kebijakan pemerintahannya.


“Dengan Partai Republik yang mulai menjauhkan diri dari sang presiden, Israel akan menghadapi Kongres yang jauh lebih kritis,” kata Hayom.


Media tersebut juga memperingatkan bahwa sejumlah isu strategis berpotensi menjadi sumber ketegangan antara Kongres dan Gedung Putih.

Isu yang dimaksud mencakup konfrontasi dengan Iran, penerapan sanksi, hingga kesepakatan regional yang membutuhkan persetujuan Kongres AS.


Bantuan Militer dan Penjualan Senjata Israel Berpotensi Diawasi Lebih Ketat


Selain persoalan Iran, Hayom turut menyoroti kebijakan Trump yang sebelumnya mengumumkan rencana penghentian bantuan tahunan AS kepada Israel pada akhir 2026.

Media tersebut menekankan bahwa meskipun Israel masih dapat membeli persenjataan menggunakan anggarannya sendiri, transaksi penjualan senjata tetap berada di bawah pengawasan Kongres.

Pada Selasa, Trump menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengakhiri bantuan tahunan AS kepada Israel pada akhir 2026.

Namun, Trump belum memberikan penjelasan terperinci mengenai mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut.

Perubahan komposisi Kongres juga menjadi perhatian karena DPR AS yang baru diperkirakan mencakup setidaknya lima anggota kelompok Sosialis Demokrat Amerika.

Salah satunya adalah Darializa Avila Chevalier, yang menyatakan bahwa penghentian bantuan militer kepada Israel saja tidak cukup.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kemenangan Demokrat tidak hanya berpotensi memengaruhi kebijakan pemerintahan Trump, tetapi juga membuka ruang bagi pengawasan yang lebih ketat terhadap hubungan pertahanan AS-Israel.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait