Update
Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia Tembus 13,23 Miliar Dolar AS Sepanjang 2026 Sejarah Baru Wushu Indonesia di YOG 2026: Asael Christo Bawa Pulang Medali Perak Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Sejauh 3 Km, Status Masih Siaga Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia Tembus 13,23 Miliar Dolar AS Sepanjang 2026 Sejarah Baru Wushu Indonesia di YOG 2026: Asael Christo Bawa Pulang Medali Perak Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Sejauh 3 Km, Status Masih Siaga
Politik

Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas

Nasywa Fattari 04 November 2026 13 pembaca
Serangan pasukan Rusia terhadap sekolah di Komyshuvakha, Zaporizhzhia, Ukraina, Senin (2/11), menewaskan puluhan orang (Foto: AP)
Serangan pasukan Rusia terhadap sekolah di Komyshuvakha, Zaporizhzhia, Ukraina, Senin (2/11), menewaskan puluhan orang (Foto: AP)

Serangan Mematikan Saat Pembagian Bantuan Kemanusiaan

Pasukan militer Rusia melancarkan serangan udara masif dengan menjatuhkan sembilan bom ke sebuah bangunan sekolah di Komyshuvakha, wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, pada Senin (2/11/2026). Tragedi mematikan ini meruntuhkan gedung yang difungsikan sebagai tempat perlindungan warga sipil, menewaskan sedikitnya 33 orang serta menyebabkan 50 orang lainnya dinyatakan hilang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut insiden tragis ini sebagai salah satu serangan paling mematikan sejak invasi penuh Rusia bergulir pada Februari 2022. Naasnya, pemboman tersebut terjadi tepat di saat proses distribusi bantuan kemanusiaan tengah berlangsung bagi warga sipil.

"Sangatlah bermakna bahwa semua ini terjadi tepat pada hari pemilu Kongres AS. Pihak Rusia mungkin mengira AS tidak akan menyadari sinyal yang mereka kirimkan ini. Namun, teror semacam ini harus diperhatikan dan dihentikan," tegas Zelensky, dikutip dari CNN, Rabu (4/11/2026).


Bunker Beton Bantuan UE Runtuh 

Gubernur Zaporizhzhia, Mykhailo Semikin, menjelaskan bahwa bangunan tersebut sejatinya telah dialihfungsikan menjadi pusat administrasi dan penyaluran bantuan kemanusiaan seiring meningkatnya eskalasi pertempuran di area permukiman.

Saat bom-bom menghantam, puluhan warga sipil sedang berlindung di ruang bawah tanah (bunker) yang struktur betonnya telah diperkuat. Bunker tersebut baru saja dibangun tahun lalu menggunakan sokongan dana dari Uni Eropa (UE) agar dapat menahan hantaman serangan berat sekaligus mendukung kegiatan belajar-mengajar di masa perang.

Namun, daya ledak dahsyat dari sembilan bom yang dijatuhkan secara beruntun tak mampu ditahan oleh struktur beton tersebut, hingga mengakibatkan bangunan runtuh total dan memicu kebakaran hebat di lokasi kejadian.


Terjadi di Tengah Inisiatif Negosiasi Pemerintahan Trump

Insiden berdarah di Zaporizhzhia ini terjadi di tengah bergulirnya upaya diplomasi baru untuk mendorong proses negosiasi perdamaian yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Sebelum tragedi terjadi, Utusan Khusus AS Steve Witkoff dilaporkan baru saja melangsungkan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Zelensky di Norwegia. Pertemuan tersebut dirancang untuk membuka jalan bagi penyelenggaraan dialog langsung antara Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Artikel Terkait