Update
Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia Tembus 13,23 Miliar Dolar AS Sepanjang 2026 Sejarah Baru Wushu Indonesia di YOG 2026: Asael Christo Bawa Pulang Medali Perak Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Sejauh 3 Km, Status Masih Siaga Penyadapan Presiden Prabowo: Mengenal Sistem LIMS, Jejak Teknologi Pengawasan, dan Ancaman terhadap Privasi Amanda Manopo Berduka, Anjing Kesayangannya Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker Ganas Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat Menko Yusril Ungkap Presiden Prabowo Sudah Tahu Jadi Korban Penyadapan Rusia Jatuhkan 9 Bom ke Bangunan Sekolah di Ukraina, 33 Orang Tewas Rangka Kayu Lapuk dan Tua, Teras SDN Woro Bojonegoro Runtuh Eks Kapolri Listyo Sigit dan 2 Perwira Tinggi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden BI Catat Aliran Modal Asing ke Indonesia Tembus 13,23 Miliar Dolar AS Sepanjang 2026 Sejarah Baru Wushu Indonesia di YOG 2026: Asael Christo Bawa Pulang Medali Perak Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Sejauh 3 Km, Status Masih Siaga
Politik

Trump Hentikan Bantuan Rp72 Triliun ke Israel Mulai Akhir 2026, Netanyahu Disebut Sepakat

Nasywa Fattari 04 November 2026 14 pembaca
Donald Trump mengumumkan AS akan menghentikan bantuan keuangan dan militer senilai 4 miliar dolar AS kepada Israel mulai akhir tahun ini (Foto: AP)
Donald Trump mengumumkan AS akan menghentikan bantuan keuangan dan militer senilai 4 miliar dolar AS kepada Israel mulai akhir tahun ini (Foto: AP)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana penghentian bantuan keuangan dan militer tahunan senilai 4 miliar dolar AS atau sekitar Rp72,6 triliun kepada Israel. Kebijakan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada akhir 2026.

Trump menyebut keputusan itu merupakan hasil kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang telah dibahas beberapa bulan sebelumnya. Menurutnya, Israel kini telah memiliki perekonomian yang kuat sehingga mampu memenuhi kebutuhan pertahanannya secara mandiri.

Dalam wawancara dengan Fox News yang dikutip Rabu (4/11/2026), Trump mengungkapkan bahwa penghentian bantuan tersebut telah disepakati bersama Netanyahu.

"Netanyahu dan saya telah mencapai kesepakatan. Kita memberikan 4 miliar dolar AS setiap tahun kepada Israel, dan beberapa bulan lalu kami sepakat untuk menghentikannya," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Rabu (4/11/2026).

Trump menegaskan, setelah kebijakan tersebut diterapkan, Washington tidak lagi memberikan bantuan rutin kepada Israel.

"Jadi kita tak memberi bantuan apa pun lagi kepada Israel," ujarnya.

Meski demikian, Trump tetap membuka peluang bagi AS untuk memberikan dukungan apabila Israel menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan. Ia juga menilai Israel sebagai mitra yang sangat baik bagi Washington.


Trump Sebut Israel Mampu Membiayai Pertahanannya Sendiri


Trump menjelaskan, bantuan yang akan dihentikan mencakup hibah keuangan langsung hingga pengiriman material pertahanan. Selama ini, AS mengalokasikan dana dan perlengkapan militer senilai miliaran dolar AS setiap tahun untuk Israel.

Menurut Trump, dukungan tersebut sudah tidak lagi menjadi kebutuhan mendesak bagi Israel karena negara itu dinilai mampu membiayai pertahanannya sendiri.

"Anda bisa menganggapnya sebagai barter, bantuan militer, atau uang tunai. Dengar, kita memberi berbagai barang dan uang senilai 4 miliar dolar kepada mereka, padahal mereka tidak membutuhkannya," kata Trump.

Namun, penghentian bantuan bukan berarti Israel kehilangan akses terhadap persenjataan buatan AS. Trump menegaskan, Israel masih diperbolehkan membeli senjata dan perlengkapan militer Amerika melalui transaksi komersial di pasar terbuka.

Dengan demikian, kerja sama pertahanan kedua negara masih berpeluang berlanjut meskipun skema bantuan rutin dari pemerintah AS dihentikan.


Kesepakatan Bantuan Militer AS-Israel Senilai Rp690 Triliun


Rencana penghentian bantuan tersebut berpotensi mengubah pola kerja sama pertahanan antara AS dan Israel. Selama ini, Washington menjadi salah satu pemasok utama dukungan militer bagi Tel Aviv.

Berdasarkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani pada 2016, AS berkomitmen memberikan bantuan militer senilai total 38 miliar dolar AS atau sekitar Rp690 triliun untuk periode 2018-2028.

Dalam kesepakatan tersebut, bantuan yang dialokasikan mencapai 3,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp69 triliun setiap tahun. Dana itu terbagi menjadi 3,3 miliar dolar AS untuk pembiayaan militer asing dan 500 juta dolar AS untuk program pertahanan rudal bersama.

Reuters melaporkan, belum diketahui secara pasti apakah pernyataan Trump berarti bantuan militer yang masih terikat dalam kesepakatan hingga 2028 tersebut akan dihentikan lebih awal.

Ketidakjelasan itu muncul karena Trump menyebut penghentian bantuan akan dimulai pada akhir 2026, sementara kesepakatan yang berlaku saat ini masih memiliki masa berlaku hingga 2028.


Netanyahu Sebelumnya Ingin Kurangi Ketergantungan pada AS


Keinginan Israel untuk mengurangi ketergantungan terhadap bantuan militer AS sebenarnya telah disampaikan Netanyahu sebelumnya.

Dalam wawancara dengan CBS News pada Mei 2026, Netanyahu menyatakan ingin mengurangi komponen bantuan keuangan militer dari Amerika hingga mencapai nol dalam kurun waktu 10 tahun.

Netanyahu beralasan bahwa kondisi perekonomian Israel telah cukup kuat untuk membiayai kebutuhan pertahanan nasionalnya sendiri.

Ia juga menginginkan hubungan AS-Israel mengalami perubahan, dari pola negara penerima bantuan menjadi kemitraan yang lebih setara.

Trump kemudian mengklaim bahwa Netanyahu sendiri yang mengusulkan penghentian bantuan secara bertahap. Menurut Trump, pembahasan mengenai rencana tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun melalui diskusi bilateral.


Bantuan AS-Israel Jadi Sorotan Politik di Amerika


Trump turut menyinggung persoalan politik dalam negeri AS yang berkaitan dengan bantuan militer kepada Israel.

Menurutnya, Netanyahu memahami bahwa pemberian subsidi kepada Israel selama ini menjadi bahan perdebatan politik di Amerika. Kebijakan tersebut juga kerap menuai kritik dari sejumlah politikus, terutama dari Partai Demokrat.

Dengan mengakhiri bantuan rutin, Trump menilai Israel dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan militernya. Di sisi lain, negara tersebut masih memiliki kesempatan untuk membeli persenjataan buatan Amerika melalui jalur komersial.

Meski demikian, mekanisme penghentian bantuan belum dijelaskan secara terperinci. Belum diketahui pula bagaimana kebijakan tersebut akan memengaruhi kesepakatan bantuan militer yang masih berlaku hingga 2028.

Perubahan skema bantuan ini juga membuka kemungkinan hubungan pertahanan AS-Israel berlanjut melalui bentuk kerja sama yang berbeda, meskipun dukungan keuangan rutin dari Washington tidak lagi diberikan.

Artikel Terkait