Erupsi Pagi Hari dengan Kolom Abu Setinggi 700 Meter
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) pagi sekitar pukul 08.43 WIB. Erupsi kali ini disertai luncuran Awan Panas Guguran (APG) sejauh 3.500 meter (3,5 kilometer) dari kawah puncak ke arah tenggara menuju kawasan Besuk Kobokan.
Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tinggi kolom abu vulkanik teramati membubung sekitar 700 meter di atas puncak, atau mencapai 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya," demikian keterangan PVMBG dalam laporan aktivitas Gunung Semeru, Kamis (5/11/2026).
Erupsi tersebut terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi letusan berlangsung selama 4 menit 11 detik.
Status Level III Siaga dan Zona Terlarang
Hingga saat ini, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berada pada Level III (Siaga). Menanggapi bahaya erupsi susulan, PVMBG mengeluarkan rekomendasi dan pengetatan zona larangan aktivitas:
- Sektor Tenggara: Masyarakat dilarang keras beraktivitas di sepanjang kawasan Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.
- Sempadan Sungai: Warga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terancam perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
- Radius Puncak: Kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru harus dikosongkan karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Kewaspadaan Aliran Lahar di Jalur Sungai
PVMBG mengimbau warga di sekitar lereng untuk tetap mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang lembah atau sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Kewaspadaan ekstra tertuju pada aliran sungai Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan.