Update
Pengakuan Mintarsih: 55 Tahun Jadi Pemegang Saham Blue Bird Tanpa Dividen Peringatan India Terhadap Ancaman Tarif Impor Minyak Rusia oleh AS Yanuar Arif dari PKS: Anak Berkewarganegaraan Indonesia Harus Dilindungi Kecerdasan Buatan Mampu Menganalisis Gerakan Tubuh 3D dari Video Biasa untuk Olahraga dan Kesehatan Rincian Anggaran Makan Bergizi Gratis BGN Capai Rp240,2 Triliun untuk 2027 Tantangan Berat bagi Prabowo di Pilpres 2029, Program MBG Jadi Kunci Utama Menteri ESDM Pastikan Masalah Kelangkaan BBM di Makassar Telah Teratasi Pendekatan Cerdas untuk Meningkatkan Kualitas UMKM, Telkom University Gelar Pelatihan Digital Marketing di Garut TCL Memperkenalkan Inovasi Terbaru di IFA 2026 Eropa IHSG Meningkat Menjadi 6.462, 384 Saham Mengalami Kenaikan Pengakuan Mintarsih: 55 Tahun Jadi Pemegang Saham Blue Bird Tanpa Dividen Peringatan India Terhadap Ancaman Tarif Impor Minyak Rusia oleh AS Yanuar Arif dari PKS: Anak Berkewarganegaraan Indonesia Harus Dilindungi Kecerdasan Buatan Mampu Menganalisis Gerakan Tubuh 3D dari Video Biasa untuk Olahraga dan Kesehatan Rincian Anggaran Makan Bergizi Gratis BGN Capai Rp240,2 Triliun untuk 2027 Tantangan Berat bagi Prabowo di Pilpres 2029, Program MBG Jadi Kunci Utama Menteri ESDM Pastikan Masalah Kelangkaan BBM di Makassar Telah Teratasi Pendekatan Cerdas untuk Meningkatkan Kualitas UMKM, Telkom University Gelar Pelatihan Digital Marketing di Garut TCL Memperkenalkan Inovasi Terbaru di IFA 2026 Eropa IHSG Meningkat Menjadi 6.462, 384 Saham Mengalami Kenaikan
Ekonomi

Permintaan Pembatalan Perombakan Pejabat Kemenkeu oleh Dirjen Pajak dan Bea Cukai

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama meminta agar perombakan pejabat yang dilakukan oleh mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dibatalkan...

Bima Candrakumara 17 September 2026 16 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama meminta perombakan pejabat yang dilakukan eks menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dibatalkan. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama meminta perombakan pejabat yang dilakukan eks menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dibatalkan. (CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto bersama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengajukan permohonan untuk membatalkan perombakan besar-besaran pejabat yang dilaksanakan oleh mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Permintaan tersebut disampaikan setelah mereka menemukan adanya nama-nama yang dianggap "ajaib" dalam daftar perombakan, yang sebagian besar menyasar kedua Direktorat Jenderal tersebut pada 10 September lalu.

Perombakan ini mencakup berbagai posisi, termasuk Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Fungsional, serta Pejabat di Unit Organisasi Non Eselon. Bimo menyatakan, "Itu kan usulan kita rotasi itu, cuma memang ada beberapa yang nama-nama 'ajaib' yang tidak ikut proses assessment talent management," setelah acara International Tax Conference di Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan, pada Rabu (16/9).

Prosedur Seleksi yang Diabaikan

Bimo menjelaskan bahwa kehadiran pejabat yang tidak melalui prosedur seleksi memberikan dampak negatif bagi pegawai lain yang telah berusaha mengikuti seluruh tahapan ujian. Ia menegaskan, "Itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan, karena sinyalnya nggak bagus bagi pasukan yang lain, yang ikut susah payah ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management."

Ia juga memastikan bahwa pejabat yang terindikasi tidak memenuhi syarat dan melompati proses assessment akan dicoret dari daftar perombakan dan dikembalikan ke posisi semula. Bimo menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk mengevaluasi dan meninjau kembali seluruh kebijakan serta keputusan yang diambil pada masa Purbaya.

Evaluasi Kebijakan oleh Menteri Keuangan

Menteri Keuangan Suahasil Nazara sebelumnya menyatakan bahwa ia masih mempelajari proses dan keputusan yang telah diambil oleh Purbaya, termasuk pelantikan sejumlah pejabat. Ia juga menunggu masukan dari seluruh unit eselon I Kemenkeu sebelum mengambil langkah selanjutnya. "Kita mendiskusikan ya, melihat proses maupun yang sedang terjadi, yang sudah terjadi, proses maupun aktivitas dari yang sudah terjadi," ungkap Suahasil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu (16/9).

Suahasil menambahkan bahwa penunjukan pejabat di Kemenkeu melibatkan beberapa tahapan dan dilakukan secara lintas unit. Hal ini penting karena terdapat posisi yang memerlukan koordinasi antarunit eselon I. "Ini saya masih sekarang mencoba menunggu dari teman-teman seluruh unit eselon I. Karena kan yang namanya penunjukan pejabat itu ada jenjang-jenjangnya dan kemudian juga dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh unit," jelasnya.

Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan bahwa perombakan pejabat di lingkungan Kemenkeu menjadi salah satu faktor yang memicu pencopotannya. Ia menegaskan bahwa pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto dan menampik adanya konflik internal sebagai penyebab pemecatannya. "Enggak ada gesekan. Yang jelas itu (pergantian menteri) hak prerogatif presiden yang presiden sudah putuskan setahun ini udah cukup," tambahnya.

Artikel Terkait