Update
Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua Di Balik Narasi “Reformasi Jilid 2”: Publik Mulai Pertanyakan Kejelasan Agenda dan Tujuan Gerakan Ditengah Isu Prabowo Mau Digulingkan, Suara Tokoh Agama Justru Bikin Adem Dosen dan Mahasiswa Pilih “Pesta Panen”, Tolak Narasi “Pesta Babi” Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus PURBAYA BEBERKAN PENYEBAB INVESTOR MULAI MENJAUH, BUKAN PROGRAM MGB YANG DINILAI JADI MASALAH UTAMA Kasus Andrie Yunus: Komparasi Fakta, Kronologi, dan Tuntutan Hukuman yang Menuai Sorotan Kenapa Setiap Negara yang Ingin Mandiri Selalu Menghadapi Tekanan? Belajar dari Soekarno hingga Prabowo Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua
News

Akhir Pelarian Dua Pelaku Begal Setelah Beraksi di Enam Lokasi

Dua tersangka begal lintas wilayah, JF dan AS, berhasil ditangkap setelah terlibat baku tembak dengan polisi di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Keduanya diketahui telah melakukan aksi kejahatan di enam lok...

Karim Abinaya 20 May 2026 11 pembaca liputan6.com liputan6.com
Akhir Pelarian Dua Pelaku Begal Setelah Beraksi di Enam Lokasi
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin saat memberikan pernyataan kepada wartawan. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Dua orang tersangka yang terlibat dalam komplotan begal, berinisial JF dan AS, jatuh setelah ditembak oleh polisi saat berusaha melawan dengan senjata api saat penangkapan di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Kejadian ini terjadi ketika aparat kepolisian melakukan tindakan tegas untuk menangkap kedua pelaku yang dikenal sebagai begal sadis.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin, menjelaskan bahwa situasi penangkapan berlangsung sangat menegangkan. "Demi keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan, kami melakukan tindakan tegas dan terukur," ungkap Iman kepada wartawan pada Selasa malam, 19 Mei 2026.

Serangkaian Aksi Kejahatan

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa JF dan AS adalah pelaku lama yang terlibat dalam berbagai aksi pembegalan yang kejam. Keduanya mengaku kepada penyidik bahwa mereka telah melakukan kejahatan di enam lokasi berbeda yang tersebar di Jakarta Timur dan Bekasi. Saat ini, pihak kepolisian masih melanjutkan pengembangan untuk memburu jaringan serta penadah yang berhubungan dengan kedua pelaku tersebut.

Komitmen Polda Metro Jaya

Iman menegaskan komitmen Polda Metro Jaya untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan yang mengganggu ketentraman masyarakat. "Kami akan melakukan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku begal," tegasnya.

Akibat tindakan kriminal yang dilakukan, JF dan AS kini berada di dalam tahanan dan dijerat dengan beberapa pasal, yaitu Pasal 477 KUHP, Pasal 479 KUHP, dan Pasal 306 KUHP. Keduanya terancam hukuman penjara maksimal hingga 15 tahun.

Artikel Terkait