Seorang wanita mengalami pencopetan saat mengunjungi Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Aksi tersebut terekam oleh kamera pengawas (CCTV) dan kini menjadi viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak korban sedang asyik melihat produk telepon seluler di salah satu stan pameran. Ketika perhatian korban teralihkan oleh barang-barang di depannya, tiga orang yang diduga merupakan komplotan pencopet mulai bergerak mendekat dengan rencana yang matang. Dua pelaku berpura-pura menjadi pengunjung biasa untuk mengalihkan perhatian korban.
Setelah situasi dirasa aman, seorang pelaku lainnya mendekat dari sisi yang berbeda dan dengan cepat merogoh telepon genggam yang berada di dalam tas korban tanpa disadari. Aksi pencurian ini berlangsung sangat cepat, hanya dalam hitungan detik, sebelum para pelaku melarikan diri dari lokasi setelah berhasil mengambil barang curian.
Proses Penanganan Kasus oleh Polisi
Kepala Polsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengonfirmasi bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Penanganan kasus pencurian ini kini telah resmi diambil alih oleh tim penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat. “Sudah, korban membuat laporan polisi di Polres Jakpus,” ungkap Agung saat dimintai keterangan mengenai perkembangan kasus, Senin (15/6/2026).
Agung juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian sedang bekerja keras untuk mengidentifikasi para pelaku. Mereka memanfaatkan rekaman CCTV di lokasi kejadian dan teknologi pengenalan wajah untuk melacak identitas pencopet tersebut. “Masih dilakukan proses penyelidikan dengan upaya digital forensik untuk hunting handphone korban dan face recognition kemiripan wajah yang diduga pelaku dari CCTV JIExpo,” jelasnya mengenai metode pengejaran pelaku.
Komitmen Polisi dalam Menangani Kejahatan
Ketika ditanya mengenai apakah ada pelaku kejahatan lain yang telah ditangkap selama pergelaran PRJ tahun ini, Agung belum dapat memberikan rincian lebih lanjut. Namun, ia menegaskan komitmen jajarannya untuk segera menyelesaikan kasus ini yang meresahkan para pengunjung pameran tahunan. “Kita upayakan ungkap diduga pelakunya yang terekam di CCTV-nya,” tegas Agung.