Update
Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna Inovasi Mahasiswa UNEJ: Terapi Koktail Bakteriofag untuk Mengatasi Keracunan Makanan Penelitian Dampak Kesehatan Anak-Anak Korban Tragedi 9/11 Dimulai, Fokus pada Racun Debu IHSG Melemah di Level 6.495, 535 Saham Mengalami Penurunan Budi Arie Setiadi Soroti Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi dalam Diskusi Politik Basarnas Tingkatkan Upaya Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Erupsi UNDIP Bekerja Sama dengan Universite Paris-Saclay untuk Meningkatkan Peringkat Global Melalui Riset dan Beasiswa Doktor Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apakah Akan Segera Berakhir? Pertamina Ambil Alih SPBU Melanggar Aturan untuk Jamin Pasokan BBM Tim Gabungan Lanjutkan Pencarian di Selat Sunda, Temukan Life Jacket Universitas Buka Peluang bagi 8 Tim Unggulan untuk KKI dan KRTI 2026 dengan Inovasi Kapal Otonom Varuna
News

Kritik Terhadap Kualitas Makanan Bergizi Gratis di Depok

Orang tua siswa di Depok mengungkapkan ketidakpuasan terhadap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan, menilai rasanya kurang enak dan penyajiannya tidak menarik.

Aruna Sasmita 15 June 2026 53 pembaca liputan6.com liputan6.com
Petugas SPPG sedang membersihkan ompreng makanan sisa MBG di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok. (Istimewa)
Petugas SPPG sedang membersihkan ompreng makanan sisa MBG di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok. (Istimewa)

Video yang beredar di media sosial menunjukkan sisa-sisa Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pasir Putih, Sawangan, Depok, menjadi viral. Dalam rekaman berdurasi 32 detik, terlihat petugas SPPG sedang membersihkan sisa makanan MBG, yang terdiri dari nasi dan lauk yang masih utuh. Kejadian ini terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026, dan perekam video menyanyikan lirik yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap makanan tersebut.

Kritik dari Orang Tua Siswa

Salah satu orang tua siswa, Rahmawati, menjelaskan bahwa anaknya sering menerima MBG dari SPPG di sekolah. Namun, banyak makanan tersebut tidak dihabiskan oleh siswa. "Kalau menurut anak saya rasanya kurang enak," ungkap Rahmawati saat dihubungi pada Senin, 15 Juni 2026. Ia juga menyarankan agar anaknya membawa pulang sisa makanan yang tidak dimakan di sekolah.

Rahmawati mengaku telah mencoba makanan tersebut dan merasakan bahwa rasanya kurang bumbu. Ia menilai kemasan MBG yang disediakan tidak menarik, menyerupai makanan rumah sakit, sehingga membuat siswa kurang berminat untuk menghabiskannya. "Gimana mau menarik, penyediannya saja kayak makanan di rumah sakit, pantas saja anak-anak tidak menghabiskan MBG," jelasnya.

Usulan Perbaikan dari Orang Tua

Rahmawati meminta agar SPPG memperbaiki kemasan dan menambah rasa pada makanan yang disediakan. Ia berpendapat bahwa jika SPPG tidak dapat memenuhi hal tersebut, lebih baik dana untuk MBG diserahkan kepada orang tua siswa. "Dari pada uangnya buat MBG, lebih baik diberikan kepada orang tuanya, nanti orang tuanya yang menyiapkan bekal makanan dari rumah buat di sekolah," tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh orang tua siswa lainnya, Nurlita, yang menilai bahwa MBG yang disediakan kurang diminati karena kurangnya rasa. "Kalau anak saya bilangnya tidak enak, karena enggak ada rasanya," ujarnya. Nurlita berharap pemerintah dapat mengubah sistem penyediaan MBG menjadi uang yang diberikan kepada orang tua siswa, karena mereka lebih mengetahui selera makanan anak-anak mereka. "Lebih baik kasih orang tuanya, karena orang tua lebih mengetahui kebutuhan makanan anak daripada dapur SPPG," tutupnya.

Artikel Terkait