Update
Hari Kelima Pencarian Jurnalis di Pulau Sertung Masih Tanpa Hasil Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi --- Hari Kelima Pencarian Jurnalis di Pulau Sertung Masih Tanpa Hasil Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Tetap Sesuai Kebijakan Pemerintah Prediksi Dokter Tifa: AHY Akan Menjadi Presiden RI 2029-2034 --- Presiden Jokowi Hadiri Khitanan Anak di Yayasan Padepokan Anti-Galau --- Pesan Budaya dari Dekan FIB UNDIP Melalui Monolog “Eling lan Waspada” di Konferensi Nasional Anti Penipuan 2026 Putra Pertama Pendiri VinFast Resmi Menjadi CEO Global Anas Urbaningrum Soroti Persiapan Pilpres 2029 dan Pentingnya Perbaikan Aturan Pemilu Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten Sulawesi Tenggara Manfaat Tersembunyi dari Abu Vulkanik untuk Tanah dan Ekosistem Laut --- Penemuan Jaket Pelampung di Anyer, Pemilik Kapal Jurnalis Berikan Klarifikasi ---
News

Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman ke Indonesia: Agenda Penting di Jakarta

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 15 Juni 2026, dengan fokus pada penguatan kerja sama bilateral antara kedua negara.

Arya Yudhistira 15 June 2026 51 pembaca liputan6.com liputan6.com
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. (Dok. Tobias Schwarz/AFP)
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. (Dok. Tobias Schwarz/AFP)

Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada hari Senin, 15 Juni 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama bilateral antara Jerman dan Indonesia, di tengah komitmen Berlin untuk menjadi mitra jangka panjang yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, menegaskan bahwa kunjungan ini membawa pesan yang jelas: Jerman merupakan mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia. Dalam konferensi pers yang diadakan di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Beste menyatakan, "Pesan utama dari kunjungan ini jelas: Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia."

Agenda Kunjungan di Jakarta

Menurut informasi resmi yang dirilis oleh laman Kepresidenan Jerman, agenda Steinmeier dimulai dengan upacara penyambutan kenegaraan di Istana Kepresidenan Jakarta oleh Presiden Prabowo Subianto. Setelah itu, kedua pemimpin negara akan mengadakan pertemuan bilateral, yang akan diakhiri dengan konferensi pers bersama.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Steinmeier akan menegaskan komitmen mereka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor, termasuk bisnis, energi, perubahan iklim, perekrutan tenaga kerja terampil, dan kebudayaan. Selain itu, mereka juga akan menekankan sikap bersama terhadap demokrasi, tatanan berbasis aturan, serta keterlibatan multilateral yang kuat di kawasan Indo-Pasifik.

Dialog Antarumat Beragama

Kunjungan Presiden Jerman ini tidak hanya berfokus pada isu politik dan ekonomi. Steinmeier juga direncanakan untuk mengunjungi Masjid Istiqlal, yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara, bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Imam Besar Masjid Istiqlal. Dari masjid tersebut, ia akan menyusuri Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral Jakarta, di mana ia akan disambut oleh Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo.

Setelah itu, Steinmeier akan melanjutkan kunjungan ke Gereja Katedral bersama Menteri Agama. Rangkaian kunjungan ini menjadi simbol dialog antarumat beragama yang merupakan salah satu ciri khas Indonesia di mata dunia.

Setelah agenda tersebut, Presiden Jerman akan menghadiri diskusi meja bundar bertajuk "Geopolitik Kekuatan Sentral" bersama perwakilan lembaga. Forum ini akan membahas peran negara-negara kekuatan menengah dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Presiden Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia sejak Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI. Selain memperkuat hubungan bilateral, kunjungan ini juga mengirimkan pesan penting mengenai demokrasi, multilateralisme, dan semangat toleransi di tengah dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

Artikel Terkait