Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Jawa Timur, Said Abdullah, menegaskan bahwa pelestarian situs sejarah nasional, termasuk rumah masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, di Blitar, sangatlah penting. DPD PDI-P Jatim telah melakukan rehabilitasi pada Istana Gebang, yang merupakan rumah masa kecil Bung Karno, dengan tujuan mengubahnya menjadi ruang publik interaktif berbasis digital yang menarik bagi generasi milenial dan Generasi Z.
Said menjelaskan bahwa renovasi ini bertujuan untuk membuat Istana Gebang lebih nyaman, aman, dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Harapannya, Istana Gebang ini dapat dinikmati seluruh masyarakat dan menjadi ruang edukasi untuk generasi muda,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada hari Senin, 15 Juni 2026. Pernyataan ini disampaikan Said setelah mendampingi Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, berziarah ke Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar, pada hari Minggu, 14 Juni 2026.
Pentingnya Menjaga Nilai Sejarah
Said menambahkan bahwa menjaga situs sejarah Bung Karno tidak hanya sebatas mempertahankan bangunan fisiknya. “Lebih penting lagi adalah memastikan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno dapat terus dipahami generasi penerus,” jelasnya. Dia juga menyatakan bahwa Istana Gebang harus tetap hidup sebagai ruang publik yang produktif, bukan sekadar sebagai monumen sejarah. Oleh karena itu, DPD PDI-P Jatim telah merencanakan berbagai agenda berkala di kawasan Istana Gebang untuk mendorong interaksi publik, diskusi kebangsaan, serta pengembangan kreativitas generasi muda.
“Ke depan, kami juga akan menyiapkan agenda setiap tiga bulanan untuk milenial dan gen Z. Ini semata untuk melayani rakyat, tanpa tendensi politik,” tegas Said. Dengan berbagai kegiatan edukatif yang melibatkan generasi muda, diharapkan situs bersejarah ini dapat menjadi jembatan antara warisan pemikiran Bung Karno dan tantangan zaman saat ini.
Inovasi Digital di Istana Gebang
Said juga mengungkapkan bahwa pengembangan Istana Gebang ke depan akan memanfaatkan pendekatan digital yang lebih sesuai dengan karakter generasi masa kini. Selain renovasi fisik, situs bersejarah ini akan dilengkapi dengan berbagai inovasi berbasis teknologi untuk membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih interaktif dan menarik. Salah satu inovasi yang sedang dipersiapkan adalah penyajian visual interaktif yang memungkinkan pengunjung untuk mempelajari perjalanan hidup dan perjuangan Bung Karno dengan cara yang lebih menarik.
“Ke depan, kami mempersiapkan ide untuk tampilan visual sehingga ketika ada pengunjung datang, dengan satu kali klik tombol bisa muncul visual sejarah perjuangan Bung Karno,” ungkap Said. Konsep ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar sejarah yang lebih komunikatif, atraktif, dan mudah dipahami oleh generasi muda yang hidup di era digital.
Melalui pendekatan ini, Said berharap Istana Gebang bukan hanya menjadi destinasi sejarah di Kota Blitar, tetapi juga pusat pembelajaran kebangsaan yang dapat menanamkan nilai gotong royong, nasionalisme, dan kecintaan terhadap Indonesia kepada generasi penerus bangsa.
Renovasi Istana Gebang dilakukan secara menyeluruh pada kompleks bangunan yang terdiri dari tiga bangunan yang saling terhubung. Salah satu bagian yang menonjol dalam renovasi adalah penggantian patung Bung Karno yang berdiri di depan bangunan utama. Patung lama yang menggambarkan Sang Proklamator dalam pose berdiri tegap telah diganti dengan patung baru setinggi sekitar 5 meter yang dibuat oleh Dunadi, seorang pematung asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain itu, renovasi juga mencakup pagar depan yang dibuat lebih tinggi dan artistik dengan hiasan relief pada sisi dalamnya. Area halaman depan juga diperbarui dengan pemasangan lantai berbahan batu andesit. Said menyatakan bahwa renovasi ini merupakan bagian dari upaya pelestarian Istana Gebang sesuai arahan langsung dari Megawati. Dia menekankan pentingnya menjaga dan merawat peninggalan Bung Karno sebagai tanggung jawab dalam merawat sejarah bangsa.
Hasil renovasi yang berlangsung selama lebih dari enam bulan tersebut dijadwalkan akan diresmikan oleh Megawati pada 15 Juni 2026, yang juga menjadi puncak rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar PDI Perjuangan sepanjang bulan Juni 2026. Istana Gebang, yang merupakan tempat Bung Karno menjalani sebagian masa kecilnya, telah dibeli oleh Pemerintah Kota Blitar setelah jatuhnya kekuasaan Orde Baru melalui Gerakan Reformasi 1998 dan kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah utama di Blitar.