Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, mengungkapkan keprihatinannya mengenai tren penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai kondisi ini cukup mengkhawatirkan dan menyampaikan pendapatnya melalui akun X miliknya. Anas merujuk pada berbagai hasil survei, baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum dirilis secara luas, dan mencatat bahwa penurunan kepuasan publik terjadi pada masa pemerintahan yang belum genap dua tahun, meskipun Prabowo memulai masa jabatannya dengan dukungan publik yang sangat tinggi.
“Dari berbagai survei, baik yang dirilis maupun tidak, secara umum approval rating pemerintah turun. Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan,” tulis Anas. “Termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap dua tahun, dengan modal awal yang (sangat) tinggi,” tambahnya. Meskipun demikian, Anas percaya masih ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh pemerintah untuk memperbaiki keadaan.
Kembali Fokus pada Janji Kampanye
Anas menyarankan agar pemerintah memprioritaskan realisasi janji-janji kampanye, terutama di tengah keterbatasan anggaran. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak meluncurkan terlalu banyak program baru yang bersifat mendadak. “Kembali fokus untuk memenuhi janji kampanye yang eksplisit. Apalagi dengan ketersediaan anggaran yang relatif cupet. Manuver berupa kreasi program-program yang cenderung dadakan, bersifat ad hoc, sebaiknya tidak lagi dilakukan,” ujarnya.
Perkuat Konsolidasi Kabinet
Anas juga menekankan pentingnya konsolidasi di dalam kabinet. Ia berpendapat bahwa seluruh anggota kabinet harus bekerja selaras di bawah kepemimpinan Presiden. Kesan bahwa ada menteri yang lebih diutamakan dibandingkan yang lain perlu dihilangkan. “Konsolidasi kerja dan kinerja pemerintahan harus benar-benar utuh dan bersatu. Kesan sepintas ada yang 'diutamakan' dan 'dinomorduakan', termasuk dalam hal personel kabinet, penting untuk diselesaikan. Kabinet mesti benar-benar bergerak bersama dalam irama kerja yang dipimpin Presiden,” katanya.
Benahi Komunikasi Publik
Anas juga menyoroti pentingnya strategi komunikasi pemerintah. Ia berpendapat bahwa pemerintah sebaiknya lebih banyak membangun agenda dan isu strategis daripada hanya merespons polemik yang ada. “Memperbaiki dan meningkatkan komunikasi publik pemerintah. Memproduksi isu jauh lebih baik ketimbang menanggapi, termasuk klarifikasi. Hal-hal yang berpotensi memunculkan kontroversi dan kesalahpahaman penting untuk ditekan atau dikurangi sedaya upaya,” ujarnya.
Fokus pada Kebutuhan Rakyat
Ia meminta pemerintah untuk mempercepat kinerja di sektor-sektor yang langsung berdampak pada kehidupan masyarakat, seperti pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, pelayanan publik, dan keamanan. “Menggenjot kinerja secara lebih khusus untuk hal ikhwal yang terkait langsung dengan hajat hidup rakyat banyak, seperti pangan, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, kegesitan dalam pelayanan, dan rasa aman,” ungkapnya.
Rampingkan Struktur Kabinet
Anas juga mengusulkan agar struktur kabinet dirampingkan. Menurutnya, kabinet yang lebih ramping akan memudahkan koordinasi, meningkatkan efektivitas kerja, serta membangun citra pemerintahan yang efisien. “Merampingkan struktur kabinet. Ini akan mempermudah konsolidasi dan koordinasi, serta menggenjot kinerja. Citra kerja keras dan efisiensi pemerintah juga lebih mudah dibangun dengan postur kabinet yang lebih ramping dan gesit,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa kabinet yang terlalu besar dapat menciptakan ketimpangan kinerja, sehingga beban kerja Presiden tidak sebanding dengan kinerja seluruh jajaran pembantunya. “Kabinet yang terlalu gemuk bisa menciptakan keadaan: Presiden lari kencang, kerja sangat keras, tetapi ada sebagian dari 'keluarga besar kabinet' hanya bekerja sekadarnya,” ujarnya. Anas menutup pernyataannya dengan harapan agar pemerintah terus melakukan perbaikan sehingga kinerja meningkat dan tingkat kepuasan publik kembali membaik. “Rakyat berharap kinerja pemerintah makin baik dan itu akan terpantul pada angka approval rating yang juga baik (membaik),” pungkasnya.