JAKARTA — Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Anas Urbaningrum, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, mengemukakan tiga usulan penting. Ia berpendapat bahwa reshuffle kabinet sangat diperlukan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.
Usulan Pertama: Meritokrasi
Anas menekankan pentingnya penerapan prinsip meritokrasi dalam pengisian posisi di kabinet. “Meritokrasi. Memang secara tidak realistis untuk membangun zaken kabinet,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa beberapa faktor, seperti kemampuan, kecakapan, dan keandalan dalam bekerja, harus menjadi pertimbangan utama dalam proses tersebut.
Usulan Kedua: Perampingan Kabinet
Selanjutnya, Anas mengusulkan agar kabinet dipangkas untuk meningkatkan efisiensi. “Kedua, perampingan. Untuk menata kembali kabinet yang benar-benar ramping, jelas tidak mungkin. Teramat sukar,” ujarnya. Meskipun demikian, ia percaya bahwa penyesuaian ukuran kabinet agar lebih proporsional dan sejalan dengan semangat efisiensi masih bisa dilakukan.
Usulan Ketiga: Akselerasi Kinerja
Usulan ketiga yang disampaikan Anas adalah akselerasi kinerja. “Ketiga, akselerasi kinerja. Memasuki tahun ketiga adalah waktu yang mendesak untuk benar-benar memperbaiki dan meningkatkan kinerja,” tambahnya. Ia menekankan bahwa pemerintahan Prabowo harus menepati janji politik dan memenuhi harapan publik untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Anas mengingatkan bahwa seluruh anggota kabinet harus berkomitmen untuk melakukan tugas mereka demi memperbaiki keadaan rakyat Indonesia. “Menunaikan janji politik dan mengutamakan-menomorsatukan harapan publik. Perbaikan approval rating dan kepuasan rakyat,” jelasnya. Ia optimis bahwa masih ada harapan di pemerintahan Prabowo. “Ayo, Pak Presiden, harapan itu masih terbentang. Kesempatan masih terbuka. Bisa!” serunya.