Update
Kompetisi MASCOT Vol. 9 di Madina Islamic School: Pelajar Unjuk Kemampuan di Berbagai Cabang Generasi Muda dan Tantangan Regenerasi Petani untuk Ketahanan Pangan Hasto Kristiyanto Menegaskan Isu Gibran Bukan Persoalan Pribadi Prabowo Luncurkan Kebijakan Pendidikan Gratis untuk Siswa SMA Taruna Nusantara Lomba Esai Mahasiswa Rayakan Kemitraan Khusus Indonesia dan Korea Selatan Persiapan KNMP 2027: KKP Lakukan Survei dan Penilaian Potensi Nelayan PDIP Siap Evaluasi Posisi Gibran, Hasto Ungkap Pentingnya Komunikasi Politik Mendikdasmen Tegaskan Sanksi Nol untuk Murid Curang dan Blacklist Pengawas Tak Jujur Inovasi Mahasiswa ITB: Prototipe AI untuk Deteksi Bencana dan Pemberantasan Judol Siap Diuji Coba Keseruan RiaMiranda Archive Sale 2026 Didukung Oleh Beragam Promo BRI Kompetisi MASCOT Vol. 9 di Madina Islamic School: Pelajar Unjuk Kemampuan di Berbagai Cabang Generasi Muda dan Tantangan Regenerasi Petani untuk Ketahanan Pangan Hasto Kristiyanto Menegaskan Isu Gibran Bukan Persoalan Pribadi Prabowo Luncurkan Kebijakan Pendidikan Gratis untuk Siswa SMA Taruna Nusantara Lomba Esai Mahasiswa Rayakan Kemitraan Khusus Indonesia dan Korea Selatan Persiapan KNMP 2027: KKP Lakukan Survei dan Penilaian Potensi Nelayan PDIP Siap Evaluasi Posisi Gibran, Hasto Ungkap Pentingnya Komunikasi Politik Mendikdasmen Tegaskan Sanksi Nol untuk Murid Curang dan Blacklist Pengawas Tak Jujur Inovasi Mahasiswa ITB: Prototipe AI untuk Deteksi Bencana dan Pemberantasan Judol Siap Diuji Coba Keseruan RiaMiranda Archive Sale 2026 Didukung Oleh Beragam Promo BRI
Ekonomi

Generasi Muda dan Tantangan Regenerasi Petani untuk Ketahanan Pangan

Regenerasi petani menjadi isu krusial untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia, terutama dengan dominasi tenaga kerja senior. Keterlibatan generasi muda sangat...

Lare Ayu 30 October 2026 1 pembaca cnnindonesia.com cnnindonesia.com
Ilustrasi petani. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia)
Ilustrasi petani. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia)

Regenerasi petani merupakan tantangan yang signifikan dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian serta ketahanan pangan nasional, terutama di tengah banyaknya tenaga kerja berusia lanjut yang mendominasi sektor ini. Oleh karena itu, partisipasi generasi muda sangat penting untuk menciptakan petani yang terampil, inovatif, dan mampu mengelola usaha pertanian dengan cara modern.

Menanggapi tantangan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) aktif mendorong anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian melalui berbagai program. Inisiatif ini bertujuan untuk menyiapkan generasi penerus sekaligus meningkatkan produksi pangan di tanah air.

Ajakan kepada Generasi Muda

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengajak generasi muda untuk memanfaatkan dukungan pemerintah dalam mengembangkan usaha pertanian. Ia menyatakan bahwa pemerintah telah menyediakan bantuan untuk sarana produksi dan pembiayaan bagi anak muda yang ingin berkarir di sektor ini. "Teman-teman yang masih muda, kalau ada orang tua, sepupu, atau keluarga yang punya lahan, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Silakan anak muda gunakan kesempatan ini. Negara sudah menyiapkan anggaran untuk membantu," ungkap Amran.

Amran juga menekankan bahwa selain tanaman pangan, komoditas perkebunan seperti kakao, kelapa, kopi, lada, dan pala memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan oleh generasi muda dengan dukungan pemerintah. "Silakan tanam kakao, kelapa, kopi, lada, pala, atau komoditas lainnya. Anggarannya sudah ada, biaya tanam hingga pengelolaan disiapkan negara. Anak muda silakan manfaatkan momentum ini," tambahnya.

Pendidikan sebagai Fondasi Regenerasi

Selain dukungan sarana produksi, pendidikan juga menjadi aspek penting untuk mempercepat regenerasi petani. Kementan mendorong anak muda untuk tidak hanya melihat pertanian sebagai kegiatan budidaya, tetapi juga sebagai sektor usaha yang memiliki peluang untuk dikembangkan secara profesional. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan telah meluncurkan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) untuk Tahun Akademik 2026/2027.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa pendidikan vokasi pertanian harus mampu menghasilkan lulusan yang siap untuk mengembangkan sektor pertanian, termasuk melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi. "Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi sebagai pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi dan teknologi ke dalam praktik pertanian di lapangan," jelas Idha.

Dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga petani, kebijakan penerimaan mahasiswa baru memberikan prioritas hingga 70 persen untuk anak petani. Selain jalur undangan bagi siswa SMK pertanian binaan dan anak petani, penerimaan juga dibuka melalui jalur prestasi, kerja sama, dan tugas belajar, serta jalur umum. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pendidikan pertanian dan membekali mereka dengan keterampilan untuk mengelola usaha tani secara modern.

Pendidikan formal perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan. Perkembangan teknologi juga membuka peluang bagi petani muda untuk meningkatkan efisiensi budidaya, memperbaiki pengelolaan usaha tani, serta memperluas pemasaran hasil pertanian. Salah satu upaya dilakukan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan (BRMP Sulsel) melalui bimbingan teknis peningkatan kapasitas petani milenial dalam penerapan teknologi pertanian modern dan manajemen agribisnis di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, pada 26 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari petani milenial, kelompok Brigade Pangan, dan penyuluh pertanian. Materi yang diberikan mencakup manajemen agribisnis, transparansi dan akuntabilitas usaha tani, serta teknologi budidaya padi menggunakan metode PM-AAS. Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan drone untuk mendukung budidaya padi, mulai dari pemetaan lahan hingga pemupukan presisi dan peningkatan efisiensi operasional usaha tani.

Penguasaan teknologi menjadi bagian yang penting dalam menyiapkan petani muda untuk menghadapi tantangan di sektor pertanian. Generasi muda diharapkan tidak hanya menggantikan tenaga kerja senior, tetapi juga membawa pendekatan baru melalui pemanfaatan teknologi dan pengelolaan usaha yang lebih profesional. Dalam kegiatan tersebut, Brigade Pangan didorong untuk berperan sebagai pengelola lapangan yang membantu mengonsolidasikan lahan petani tradisional agar dapat dikelola secara lebih produktif dan modern.

Sejalan dengan itu, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan juga mendorong petani milenial untuk memanfaatkan teknologi modern, mulai dari mekanisasi pertanian dan irigasi hemat air hingga pemasaran digital. Penerapan teknologi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran. Pendekatan berbasis data juga berpotensi mendukung pengambilan keputusan budidaya yang lebih tepat.

Namun, pengembangan petani muda tidak hanya bergantung pada pendidikan dan penguasaan teknologi. Akses terhadap permodalan, pendampingan, dan sarana pendukung juga sangat diperlukan agar mereka memiliki kesempatan untuk membangun usaha tani yang berkelanjutan dan mampu bersaing.

Regenerasi petani pada akhirnya tidak hanya bertujuan untuk menambah jumlah anak muda yang bekerja di sektor pertanian. Lebih dari itu, upaya ini berkaitan dengan peningkatan keterampilan, kemampuan untuk mengadopsi teknologi, serta penguatan kapasitas dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan. Pendidikan vokasi, pelatihan teknis, dukungan sarana produksi, dan modernisasi pertanian menjadi serangkaian langkah untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan di sektor pangan. Dengan bekal tersebut, generasi muda memiliki peluang untuk berkembang sebagai petani profesional sekaligus wirausaha pertanian yang dapat menciptakan nilai tambah.

Artikel Terkait