JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan mengenai dugaan kecurangan yang terjadi selama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Dia menegaskan bahwa peserta TKA yang terbukti melakukan kecurangan akan diberikan nilai nol.
Selain itu, pengawas yang tidak bertindak jujur juga akan dimasukkan dalam daftar hitam, sehingga tidak diizinkan untuk bertugas pada pelaksanaan TKA di tahun berikutnya. "Begitu kami menemukan ada ketidakjujuran, nilainya langsung kami berikan nol," ujar Abdul Mu'ti setelah melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan TKA ulang di SMA Negeri 68, Jakarta, pada hari Jumat (30/10).
Upaya Menjaga Integritas TKA
Mu'ti menjelaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga integritas dalam pelaksanaan TKA, serta memberikan kesempatan yang adil bagi semua murid di Indonesia untuk menunjukkan prestasi akademiknya. Dia menambahkan bahwa sanksi ini juga akan diterapkan jika ada tindakan tidak jujur yang terdeteksi selama ujian, termasuk peserta yang melakukan siaran langsung melalui YouTube saat mengerjakan soal.
Penegakan aturan ini diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kecurangan dan memastikan bahwa hasil TKA mencerminkan kemampuan akademik murid secara objektif. Pihaknya berkomitmen untuk menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik untuk tingkat SMA tahun ini dengan akuntabilitas dan transparansi, sesuai dengan slogan TKA, yaitu Jujur dan Gembira.
Harapan dari Peserta TKA
Dalam kesempatan sebelumnya, seorang murid kelas 12 dari SMA Negeri 68 Jakarta Pusat, Davana Kamil, menyampaikan keprihatinannya secara langsung kepada Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengenai laporan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan TKA gelombang pertama tahun ini. Dia berharap agar Mendikdasmen dan seluruh jajaran dapat mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kecurangan, sehingga peserta yang mengerjakan tes dengan jujur mendapatkan penilaian yang adil dan objektif.
"Terkait TKA ini, saya banyak sekali mendengar informasi bahwa ada kecurangan. Saya harap tindakan-tindakan penegakan keadilan itu dapat ditegakkan sebagaimana mestinya. Supaya kami yang mengerjakan dengan jujur ini bisa mendapatkan hasil yang sesuai. Jadi, nggak dikalahkan oleh mereka yang kurang jujur," kata Davana.