Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Jakarta Raih Peringkat Kedua sebagai Kota Teraman di ASEAN, Pramono Anung Terkejut

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan keterkejutannya setelah ibu kota Indonesia menduduki posisi kedua sebagai kota teraman di ASEAN, hanya kalah dari Singapura.

Yoga Samadhi 07 April 2026 13 pembaca liputan6.com liputan6.com
Jakarta Raih Peringkat Kedua sebagai Kota Teraman di ASEAN, Pramono Anung Terkejut
liputan6.com

Jakarta, ibu kota Indonesia, berhasil meraih posisi kedua sebagai kota teraman di kawasan ASEAN. Capaian ini tentu mengundang perhatian banyak pihak, terutama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang merasa terkejut dengan hasil tersebut. Hanya Singapura yang menduduki peringkat pertama dalam kategori ini.

Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh lembaga internasional yang mengukur keamanan di berbagai kota besar Asia Tenggara, Jakarta menunjukkan perbaikan signifikan dalam indikator-indikator keamanan publik. "Saya surprise," ungkap Pramono Anung saat mengkonfirmasi hasil tersebut. Ia mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras berbagai pihak, termasuk aparat keamanan, yang telah berupaya keras untuk meningkatkan rasa aman di ibu kota.

Faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat keamanan Jakarta antara lain penguatan sistem keamanan publik, keterlibatan masyarakat dalam program-program keamanan, serta peningkatan infrastruktur penunjang. Pemerintah DKI Jakarta juga telah mengimplementasikan berbagai inisiatif, seperti peningkatan patroli polisi di daerah rawan kejahatan, yang turut berkontribusi pada angka kriminalitas yang menurun.

“Kami terus berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan keamanan di Jakarta,” tambah Pramono. Ia menekankan bahwa meskipun Jakarta telah mencatatkan prestasi ini, tantangan tetap ada. Keberlanjutan upaya penanganan keamanan menjadi kunci untuk mempertahankan peringkat tersebut di masa mendatang.

Dalam konteks ini, penguatan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak berwenang menjadi sangat penting. Pramono Anung berharap agar seluruh komponen masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar mereka. “Keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kita semua,” tegasnya.

Keberhasilan Jakarta dalam meraih peringkat kedua ini menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam menyusun strategi keamanan yang lebih efektif. Dengan perhatian yang lebih besar terhadap isu-isu keamanan, diharapkan Jakarta dapat meningkatkan posisinya di masa yang akan datang.

Dengan status sebagai kota teraman kedua di ASEAN, Jakarta tidak hanya menarik minat wisatawan dan investor, tetapi juga memperkuat citra positif sebagai kota metropolitan yang aman dan nyaman bagi warganya. Melihat hasil ini, masyarakat pun diharapkan dapat lebih optimis terhadap masa depan Jakarta sebagai metropolis yang aman.

Kesuksesan ini memberikan harapan akan adanya perkembangan yang lebih baik untuk Jakarta, dan diharapkan inisiatif yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan serta diperluas. Penilaian ini menjadi tantangan bagi pemerintah untuk tidak hanya mempertahankan, tetapi juga meningkatkan kualitas keamanan di ibu kota.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait