PT Jasa Raharja (Persero) telah resmi memulai kegiatan pendataan dan verifikasi identitas para korban dari kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8. Proses ini dilakukan dengan mengumpulkan data dari Basarnas dan memvalidasi identitas korban yang meninggal dunia melalui tim Inafis serta kepolisian setempat, dengan tujuan mempercepat penyaluran hak santunan.
Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin menjelaskan bahwa pendataan ini mengikuti perkembangan operasi pencarian dan evakuasi yang dilakukan oleh Basarnas. Data mengenai korban yang meninggal dunia sudah mulai diverifikasi dan divalidasi untuk memastikan identitas masing-masing korban. “Data kami masih mengikuti yang disampaikan oleh Basarnas. Semua data itu sekarang sudah kita himpun, dan beberapa pendataan khususnya yang meninggal dunia juga sudah kami lakukan proses verifikasi dan validasinya,” ujarnya di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada hari Senin.
Proses Verifikasi dan Koordinasi
Awaluddin menjelaskan bahwa verifikasi terhadap korban yang meninggal dunia akan dicocokkan terlebih dahulu dengan data dari Inafis dan kepolisian sebelum berkoordinasi dengan ahli waris atau keluarga korban untuk memastikan kesesuaian data. Sementara itu, pendataan bagi korban yang mengalami luka-luka akan dilakukan setelah mereka berhasil dievakuasi, termasuk mereka yang tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan sebagian dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Ia menambahkan bahwa proses verifikasi ini melibatkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP, Basarnas, Kementerian Kesehatan melalui rumah sakit yang menangani korban, kepolisian, Pelindo, serta instansi terkait lainnya. “Dari hasil verifikasi akhir dan pernyataan resmi terhadap penetapan korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, akan mengikuti prosedur dalam konteks pemberian santunan,” ungkapnya.
Pembaruan Data Korban
Pengumpulan data terus dilakukan seiring dengan perkembangan operasi SAR, sehingga informasi mengenai korban dapat diperbarui berdasarkan temuan di lapangan serta hasil verifikasi dari instansi yang berwenang. Jasa Raharja selanjutnya akan menggunakan data yang telah diverifikasi lintas instansi sebagai dasar untuk menetapkan identitas dan status korban dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Hingga hari Senin (14/9) pukul 15.30 Wita, Basarnas melaporkan bahwa sebanyak 115 korban telah ditemukan, yang terdiri dari 109 korban selamat dan enam orang meninggal dunia. Masih terdapat 128 orang yang belum ditemukan dari total 243 penumpang. Dari 115 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 korban telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, di mana 85 di antaranya adalah korban selamat dan satu korban dalam keadaan meninggal dunia. Selain itu, satu korban tiba di Lanud Syamsudin Noor setelah dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas dari lokasi kecelakaan, sementara 28 korban lainnya masih dalam proses evakuasi menuju Pelabuhan Trisakti.
Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan membawa 243 penumpang dan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita saat dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak hari Sabtu (12/9).