Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Akan Disemayamkan di Kementerian Pertahanan

Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, yang wafat pada 28 Maret 2026, akan disemayamkan di Kementerian Pertahanan sebagai penghormatan terakhir.

Yoga Samadhi 28 March 2026 17 pembaca liputan6.com liputan6.com
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Akan Disemayamkan di Kementerian Pertahanan
liputan6.com

Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, telah meninggal dunia pada pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada hari Sabtu, 28 Maret 2026. Kabar duka ini tentu mengguncang banyak pihak, mengingat jasa-jasanya yang panjang dalam dunia politik dan pertahanan di Tanah Air.

Juwono Sudarsono dikenal sebagai seorang pemimpin yang berpengaruh dan memiliki dedikasi tinggi terhadap bangsa. Selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada periode 2001 hingga 2004, ia telah memberikan kontribusi signifikan dalam merumuskan kebijakan pertahanan negara. Keberaniannya dalam mengambil keputusan dan memimpin angkatan bersenjata telah mendapat pengakuan dan respek dari berbagai kalangan, baik di dalam negeri maupun internasional.

Rencananya, jenazah Juwono akan disemayamkan di Kementerian Pertahanan sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasanya. Sejumlah tokoh politik dan masyarakat diharapkan dapat memberikan ucapan belasungkawa dan menghormati almarhum. Menurut keterangan dari seorang rekannya di Kemenhan, "Juwono adalah sosok yang selalu mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Kehilangannya adalah duka bagi kita semua," ujarnya dengan penuh haru.

Proses pemakaman akan dilaksanakan dengan penuh kehormatan, di mana sejumlah pejabat negara serta anggota TNI diundang untuk memberikan penghormatan terakhir. Kementerian Pertahanan berencana menggelar upacara militer sebagai simbol penghargaan kepada Juwono yang selama ini berdedikasi untuk bangsa.

Tidak hanya dikenal sebagai politisi, Juwono Sudarsono juga memiliki latar belakang akademis yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia, menunjukkan komitmennya pada pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. “Sosok Juwono akan selalu dikenang sebagai pelopor dalam banyak hal, terutama dalam memperkuat pertahanan negara,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.

Selain itu, kepergian Juwono juga menggugah kenangan bagi para kolega dan sahabat yang merasakan langsung dampak dari kebijakan-kebijakannya. Mereka berbagi momen-momen berharga dan pelajaran yang diperoleh saat bekerja bersamanya. "Kami kehilangan sosok yang bijaksana dan berwawasan luas. Juwono akan selalu hadir dalam ingatan kami," tambah seorang jurnalis yang mengenal dekat almarhum.

Dengan meninggalnya Juwono Sudarsono, dunia politik Indonesia kembali kehilangan figur yang sangat berpengaruh. Kementerian Pertahanan diharapkan dapat menggelar upacara perpisahan yang layak dan mengesankan. Perkembangan lebih lanjut mengenai prosesi pemakaman dan penghormatan akan disampaikan melalui saluran resmi Kemenhan, menandai akhir dari perjalanan hidup seorang negarawan yang telah berkontribusi besar bagi Republik Indonesia.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait