Update
Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia Rahasia Pola yang Terus Diperdebatkan: Benarkah Kemandirian Ekonomi Indonesia Selalu Menghadapi Tekanan Asing? Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia
News

Ketua Banggar DPR Menekankan Pentingnya Mempertahankan Subsidi BBM

Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, menekankan bahwa pengurangan subsidi bahan bakar minyak tidak seharusnya dilakukan untuk menghindari defisit anggaran.

Lare Ayu 06 April 2026 11 pembaca liputan6.com liputan6.com
Ketua Banggar DPR Menekankan Pentingnya Mempertahankan Subsidi BBM
liputan6.com

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, menyampaikan penolakannya terhadap usulan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Hal ini disampaikan dalam konteks upaya pemerintah untuk mencegah defisit anggaran yang mungkin terjadi di masa mendatang. Said Abdullah mengingatkan pentingnya subsidi BBM bagi masyarakat, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak menentu.

Dalam pernyataannya, Abdullah menegaskan bahwa pengurangan subsidi BBM justru akan berdampak negatif bagi kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama kalangan bawah. "Subsidi BBM adalah salah satu bentuk perlindungan kepada masyarakat dari fluktuasi harga energi yang dapat meningkatkan biaya hidup," ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut bisa menyebabkan beban tambahan bagi masyarakat yang saat ini sudah menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Pentingnya subsidi ini juga diakui oleh beberapa anggota DPR lainnya yang menilai bahwa pengurangan subsidi tidak hanya akan mempengaruhi daya beli masyarakat, tetapi juga dapat berimbas pada inflasi yang lebih tinggi. Abdullah menambahkan bahwa pemerintah perlu mencari alternatif lain untuk mengatasi masalah defisit anggaran tanpa harus mengorbankan kebutuhan dasar rakyat.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pengelolaan anggaran yang lebih efisien dan pengenalan kebijakan fiskal yang tidak merugikan masyarakat. Menurutnya, strategi untuk meningkatkan pendapatan negara tanpa membebani rakyat adalah langkah yang lebih bijaksana. "Kita harus berusaha untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi dengan cara yang tidak memberatkan masyarakat," jelasnya.

Abdullah juga menekankan pentingnya dialog antara pemerintah dan DPR untuk merumuskan kebijakan yang tepat dalam menghadapi tantangan anggaran. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencari solusi yang tidak hanya menguntungkan sektor pemerintah, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat luas. "Mari kita bekerja sama untuk menciptakan solusi yang adil dan berkeadilan," serunya.

Dengan pernyataan ini, Said Abdullah berharap agar keputusan terkait subsidi BBM bisa diambil dengan pertimbangan matang dan mengutamakan kepentingan rakyat. Ke depan, diharapkan diskusi lebih lanjut akan dilakukan untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam mengatasi permasalahan anggaran tanpa harus mengurangi subsidi yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Perkembangan dalam isu ini akan terus dipantau oleh anggota DPR untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil adalah yang terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait