Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Korlantas Pertimbangkan Penerapan Sistem One Way Nasional pada Arus Balik

Korlantas Polri mengevaluasi penerapan one way nasional untuk arus balik di Tol Trans Jawa, dimulai dari Km 414 hingga Km 70, jika terjadi lonjakan volume kendaraan.

Rimba Amarta 28 March 2026 18 pembaca news.espos.id news.espos.id
Korlantas Pertimbangkan Penerapan Sistem One Way Nasional pada Arus Balik
news.espos.id

Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) mengumumkan adanya kemungkinan penerapan sistem one way nasional untuk arus balik di jalur Tol Trans Jawa. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya volume kendaraan di jalan raya, khususnya pada jalur yang menghubungkan berbagai daerah di Pulau Jawa.

Penerapan sistem one way ini direncanakan akan diberlakukan mulai dari Kilometer 414 hingga Kilometer 70 di Tol Trans Jawa, yang merupakan salah satu jalur utama bagi pemudik. "Kami akan memantau situasi di lapangan, dan jika diperlukan, kami akan segera mengimplementasikan sistem ini untuk mengatasi kemacetan yang mungkin terjadi," jelas Kepala Korlantas Polri.

Pengamatan terhadap arus lalu lintas menjadi fokus utama Korlantas dalam menghadapi arus balik ini. Penetapan sistem one way diharapkan dapat memberikan kelancaran bagi para pengguna jalan yang kembali ke tempatnya masing-masing setelah menikmati libur panjang. "Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan," imbuhnya.

Berdasarkan data sementara, terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang melintasi Tol Trans Jawa, yang diprediksi akan terus bertambah menjelang akhir masa liburan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kemacetan yang signifikan, sehingga penerapan sistem one way dianggap sebagai solusi yang tepat. "Kami mengimbau pemudik untuk tetap sabar dan mematuhi rambu-rambu yang ada," ujar salah satu petugas kepolisian di lapangan.

Dalam implementasinya, sistem one way akan memungkinkan kendaraan bergerak dalam satu arah secara bersamaan, yang dapat mengurangi kepadatan di jalur yang sering mengalami kemacetan. Meski demikian, keputusan untuk menerapkan sistem ini akan didasarkan pada evaluasi situasi yang terjadi di lapangan serta hasil koordinasi dengan pihak terkait lainnya.

Keberadaan sistem one way nasional ini diharapkan tidak hanya mempermudah arus lalu lintas, tetapi juga menjaga keselamatan para pemudik. Korlantas Polri berkomitmen untuk terus memantau dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan demi kelancaran perjalanan semua pemudik selama periode arus balik. "Semoga semua pemudik dapat sampai ke tujuan dengan aman dan tepat waktu," tutupnya.

Dengan adanya langkah-langkah antisipatif ini, diharapkan arus balik dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan yang berarti. Korlantas Polri akan terus memberikan informasi terbaru kepada masyarakat terkait perkembangan situasi di lapangan.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait