Update
Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda Narasi “Reformasi Jilid 2” Ramai Digulirkan, Pengamat Soroti Fenomena Fetisisme Revolusi di Kalangan Oposisi Film “Pesta Babi” Dinilai Provokatif, Kritik Muncul terhadap Narasi dan Representasi Papua MAMA YASINTA TERNYATA KORBAN PENIPUAN..? Polemik Film “Pesta Babi” Makin Memanas Seni Harus Menyatukan, Bukan Memecah Belah: Waspadai Provokasi yang Dibungkus Karya Seni Framing Negatif terhadap TNI di Ruang Digital Dinilai Menguat, Pengamat Soroti Pola Perang Opini Modern Narasi Intimidasi Tanpa Bukti di Media Sosial Dinilai Berpotensi Bangun Framing Negatif terhadap Institusi Negara Film “Pesta Babi” dan Narasi Papua: Ketika Isu HAM, Propaganda Global, dan Kepentingan Asing Kembali Dipertanyakan Dana Asing, Narasi Tandingan, dan Perang Opini Digital: Ketika Kedaulatan Negara Jadi Arena Perebutan Pengaruh Dana Asing dan Perang Narasi Digital: Dugaan Operasi Pengaruh yang Menyasar Generasi Muda Indonesia 28 Tahun Reformasi: Kritik Itu Perlu, Provokasi Itu Berbeda
News

Krisis Sampah di Pasar Kramat Jati: 6.970 Ton Menumpuk, Berikut Penjelasan Pasar Jaya

Sampah sebanyak 6.970 ton di Pasar Kramat Jati menarik perhatian publik setelah viral di media sosial. Pasar Jaya memberikan klarifikasi terkait masalah ini.

Arya Yudhistira 29 March 2026 15 pembaca liputan6.com liputan6.com
Krisis Sampah di Pasar Kramat Jati: 6.970 Ton Menumpuk, Berikut Penjelasan Pasar Jaya
liputan6.com

Baru-baru ini, tumpukan sampah mencapai 6.970 ton di Pasar Kramat Jati menjadi perbincangan hangat di media sosial. Masyarakat terkejut melihat volume limbah yang menggunung di area pasar dengan aktivitas perdagangan yang tinggi ini. Fenomena tersebut menggugah perhatian berbagai kalangan dan memicu pertanyaan mengenai pengelolaan sampah di tempat strategis tersebut.

Namun, situasi ini tidak terjadi tanpa alasan. Pasar Jaya, sebagai pengelola Pasar Kramat Jati, menjelaskan bahwa masalah ini timbul akibat beberapa faktor. Sebagian besar sampah berasal dari aktivitas pedagang dan pengunjung yang tidak mematuhi prosedur pembuangan sampah yang benar. Menurut Kepala Pasar Kramat Jati, "Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengelola sampah, tetapi pada saat yang sama, kami juga mengandalkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan."

Selain itu, keterlambatan dalam proses pengangkutan sampah dari Dinas Kebersihan setempat juga berkontribusi terhadap penumpukan ini. Pasar Jaya menjelaskan bahwa mereka telah melakukan koordinasi dengan pihak berwenang untuk mempercepat pengangkutan limbah, tetapi terkadang keterbatasan armada dan masalah teknis lainnya menghambat proses tersebut. "Kami terus berkomunikasi dengan Dinas Kebersihan agar pengangkutan bisa dilakukan lebih cepat," tambahnya.

Beberapa pedagang di pasar tersebut juga menyampaikan kekhawatiran mereka terkait kondisi kebersihan yang dapat berdampak pada kesehatan. Salah satu pedagang mengatakan, "Kami sangat khawatir jika dibiarkan terlalu lama, ini bisa mengundang berbagai penyakit." Dalam hal ini, pihak pasar berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas pengelolaan sampah serta mengedukasi pedagang dan pengunjung mengenai pentingnya menjaga kebersihan.

Dari informasi yang dihimpun, Pasar Jaya juga merencanakan pengadaan tempat sampah yang lebih banyak dan berbagai kampanye kesadaran untuk mengurangi volume limbah. Mereka berharap dengan adanya upaya ini, masyarakat akan lebih disiplin dalam menjalankan tanggung jawabnya terhadap lingkungan. "Kami ingin bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan, bukan hanya untuk pasar, tetapi juga untuk lingkungan sekitar," ungkap pengelola pasar.

Saat ini, berbagai langkah dan koordinasi terus dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Diharapkan, dengan penanganan yang lebih baik, jumlah sampah yang menumpuk dapat berkurang secara signifikan, dan kesehatan serta kenyamanan masyarakat di sekitar Pasar Kramat Jati dapat terjaga. Melalui upaya kolaboratif antara pengelola pasar dan masyarakat, diharapkan situasi ini tidak terulang di masa mendatang.

Tags: Belum ada tag.

Artikel Terkait