Update
Kunto Aji Kena Teror Buzzer usai Vokal di Media Sosial, Rumah Dikirim Orderan Ojol Fiktif Kiky Saputri Minta Maaf usai Video Naik Jet Pribadi Viral, Sebut Istilah 'Rakyat Jelata' Hanya Candaan Kalah 1-2 dari Persib Bandung, Kapten Melbourne Victory Jason Davidson Emosi Wapres AS Tuding Perang dengan Iran Jadi Penyebab Kekalahan Partai Republik di Pemilu Sela Jokowi Bawa Ijazah Asli, Siap Bersaksi di Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa Gunung Semeru Erupsi, Status Masih Siaga Liverpool Tumbang di Istanbul, Real Madrid Selamat Berkat Gol Dramatis Valverde Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Perkara Tudingan Ijazah Palsu Roy Suryo dan Dokter Tifa Hari Ini Israel Cemas Demokrat Kuasai Kongres AS, Bantuan Senjata dan Perang Iran Jadi Sorotan Betrand Peto Berpotensi Jadi Tersangka Kasus TPKS? Praktisi Hukum Ungkap Alasannya Kunto Aji Kena Teror Buzzer usai Vokal di Media Sosial, Rumah Dikirim Orderan Ojol Fiktif Kiky Saputri Minta Maaf usai Video Naik Jet Pribadi Viral, Sebut Istilah 'Rakyat Jelata' Hanya Candaan Kalah 1-2 dari Persib Bandung, Kapten Melbourne Victory Jason Davidson Emosi Wapres AS Tuding Perang dengan Iran Jadi Penyebab Kekalahan Partai Republik di Pemilu Sela Jokowi Bawa Ijazah Asli, Siap Bersaksi di Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa Gunung Semeru Erupsi, Status Masih Siaga Liverpool Tumbang di Istanbul, Real Madrid Selamat Berkat Gol Dramatis Valverde Jokowi Dipastikan Hadiri Sidang Perkara Tudingan Ijazah Palsu Roy Suryo dan Dokter Tifa Hari Ini Israel Cemas Demokrat Kuasai Kongres AS, Bantuan Senjata dan Perang Iran Jadi Sorotan Betrand Peto Berpotensi Jadi Tersangka Kasus TPKS? Praktisi Hukum Ungkap Alasannya
News

Kunto Aji Kena Teror Buzzer usai Vokal di Media Sosial, Rumah Dikirim Orderan Ojol Fiktif

Nasywa Fattari 05 November 2026 1 pembaca
Penyanyi Kunto Aji mengungkapkan serangan yang diterimanya tidak hanya sebatas komentar negatif atau pesan langsung (DM), tapi juga ke ranah pribadi. (Foto: Ravie Wardani)
Penyanyi Kunto Aji mengungkapkan serangan yang diterimanya tidak hanya sebatas komentar negatif atau pesan langsung (DM), tapi juga ke ranah pribadi. (Foto: Ravie Wardani)

Teror Pesanan Fiktif Menyasar Alamat Tempat Tinggal


Penyanyi Kunto Aji membeberkan pengalaman tidak menyenangkan akibat keaktifannya menyuarakan keresahan publik di media sosial. Pelantun lagu Rehat tersebut mengaku menjadi korban teror yang diduga dilakukan oleh buzzer, di mana rumahnya mendadak dikirimi pesanan makanan dan minuman fiktif melalui layanan ojek online (ojol) senilai ratusan ribu rupiah.

Kunto Aji mengungkapkan bahwa serangan yang diterimanya tidak lagi sebatas rundungan komentar negatif atau pesan pribadi (direct message) di dunia maya, melainkan sudah merambah ke ranah kehidupan pribadi dan menyasar alamat kediamannya.

Insiden tersebut terjadi pada 2026, dipicu oleh salah satu unggahan kritisnya di media sosial yang mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat publik.


“Aneh enggak masuk akal? Dikirimin Gojek enggak dibayar kali ya. Gojek makanan banyak banget gitu tiba-tiba di alamat rumah. Pada saat lagi ramenya satu cuit yang rame gitu tiba-tiba dikirimin yang belum dip (dibayar),” ungkap Kunto Aji saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.


Ia menyebutkan, dua pengemudi ojol tiba-tiba mendatangi kediamannya membawa pesanan makanan dan minuman senilai ratusan ribu rupiah yang belum diselesaikan pembayarannya.


Tak Gentar Hadapi Teror dan Tetap Vokal

Kendati teror pesanan fiktif tersebut menyasar alamat kediamannya, musisi asal Yogyakarta ini mengaku beruntung karena saat kejadian dirinya baru saja berpindah rumah. Kondisi tersebut membuatnya tidak berada di lokasi secara langsung saat dua pengemudi ojol tiba.


“Kebetulan saya baru pindah rumah. Jadi situasinya saya enggak tahu di rumah saya yang sebelah sana, jadi saya berpindah-pindah aja,” terangnya.


Meski demikian, Kunto Aji menegaskan sama sekali tidak gentar menghadapi intimidasi fisik maupun digital tersebut. Menurutnya, mendapat serangan dari buzzer merupakan salah satu konsekuensi yang harus dihadapi ketika seseorang berani mengemukakan pendapat secara terbuka di ruang publik.

Peristiwa ini sekaligus menyoroti dampak buruk aksi teror pesanan fiktif yang tidak hanya merugikan target serangan, tetapi juga secara langsung merugikan para pengemudi ojol yang terpaksa menanggung kerugian waktu dan materi akibat pesanan tanpa kepastian pembayaran.


Artikel Terkait