Di usia 73 tahun, seorang dosen dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB UNDIP) berhasil meraih gelar doktor dalam bidang sejarah. Momen bersejarah ini berlangsung pada 5 Oktober 2023, ketika Dr. H. Soedjono, M.Hum, mempertahankan disertasinya yang berjudul "Peran Perempuan dalam Sejarah Pergerakan Nasional di Indonesia".
Dr. Soedjono, yang juga dikenal sebagai seorang peneliti dan pengajar, menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal batasan usia. Dalam sidang terbuka yang dihadiri oleh rekan-rekan akademis dan keluarga, ia mempresentasikan hasil penelitiannya yang menggali kontribusi perempuan dalam sejarah perjuangan bangsa.
Perjalanan Panjang Menuju Gelar Doktor
Perjalanan Dr. Soedjono untuk mencapai gelar doktor tidaklah mudah. Ia memulai studi S3-nya pada tahun 2017 dan menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi penelitian maupun kesehatannya. Namun, dedikasi dan komitmennya untuk mengedukasi generasi muda tetap menjadi pendorong utama bagi dirinya.
Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya mengakui peran perempuan dalam sejarah yang sering kali terabaikan. "Melalui penelitian ini, saya ingin menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi yang signifikan dalam pergerakan nasional," ujarnya.
Inspirasi bagi Generasi Selanjutnya
Keberhasilan Dr. Soedjono tidak hanya menjadi kebanggaan bagi dirinya, tetapi juga bagi Fakultas Ilmu Budaya UNDIP. Rektor UNDIP, Prof. Yos Johan Utama, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan adalah hak setiap orang tanpa memandang usia. "Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi banyak orang untuk terus belajar dan berkarya," tambahnya.
Dengan pencapaian ini, Dr. Soedjono membuktikan bahwa semangat untuk belajar dan berkontribusi pada masyarakat tidak akan pernah pudar, bahkan di usia yang lanjut. Ia berharap agar generasi muda dapat mengambil pelajaran dari pengalamannya dan terus mengejar pendidikan serta pengetahuan.